Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pekan Budaya Lumajang 2018 kembali digelar untuk memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-763. Dalam sepekan, dari 26 November hingga 1 Desember akan banyak seni dan budaya yang ditampilkan di panggung yang berada di Alun-Alun.

Bupati membuka Pekan Budaya Lumajang 2018
Bupati membuka Pekan Budaya Lumajang 2018
Pagelaran seni dan budaya dalam sepekan ini tentunya untuk memanjakan masyarakat Lumajang. Karena masyarakat akan menikmati banyak hiburan yang ditampilkan setiap malamnya. Dari tarian, musik, hingga ludruk.

Pembukaan Pekan Budaya 2018 sendiri sudah dilakukan langsung oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML, Senin (26/11), malam. Dalam pembukaan di hari pertama itu, ditampilkan banyak tarian. Mulai dari Tari Remo Lumajangan, Jaran Slining, Glipang Rodat, Siwanataraja. Kemudian ditutup dengan Lawakan Jula-Juli dari Cak Tawar dan kawan-kawan.

Di hari kedua, Selasa (27/11), malam ada dua kesenian yang ditampilkan. Yakni Jaran Kencak dan Reog. Sementara di hari ketiga, Rabu (28/11) malam ditampilkan seni budaya khas Suku Tengger. Diantarana Jaranan Tengger dan Wayang Topeng Tengger.

Kemudian di hari keempat, Kamis (29/11), akan digelar seni musik tradisional yang menampilkan musik dangdlung dan angklung. Di hari keempat, Jumat (30/11), masyarakat Lumajang akan dihibur dengan seni campursari. Dengan penampilan gending-gending Jawa dan pandalungan.

Kemudian, di hari keenam atau terakhir, Sabtu (1/12), malam ada penampilan spesial. Karena akan ditutup dengan aksi dari pelawak legendaris dari Lumajang, Cak Sukri dan kawan-kawan. Aksi Cak Sukri bersama Ludruk Bangun Tresno ini tentunya dapat mengobati rasa kangen masyarakat yang rindu kelakar-kelakarnya.

Bupati Thoriqul Haq berharap Pekan Budaya untuk memperingati Harjalu dapat menjadi sebuah destinasi budaya yang mendunia. Dan acara ini akan menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan sekaligus melangsungkan nilai-nilai budaya.

“Lumajang memiliki banyak potensi di bidang kesenian dan kebudayaan yang perlu dilestarikan. Banyak kesenian tradisional maupun kesenian modern di sini juga menjadi bagian dari kesenian masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang, Drs. Eddy Hozayni, mengatakan, melalui Pekan Budaya ini, Lumajang dapat mempertahankan jati dirinya. Karena diharapkan dapat menguatkan tekad membangun Lumajang yang hebat dan bermartabat.

“Melalui semangat itu pula, diharapkan kesenian masyarakat Lumajang menjadi rujukan langkah dalam membangun Lumajang yang memiliki karakter khas dan berbeda dengan daerah lainnya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: