Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal akan menengahi konflik penutupan jalan yang menjadi akses truk pasir di Desa Jarit Kecamatan Candipuro. Seperti diketahui, warga hingga kini bersikeras menolak kendaraan pengangkut pasir melalui jalan desa setempat.

Pengamanan konflik penutupan akses truk pasir. (*) 
Aksi penutupan terjadi hingga kini dan belum ada solusi nyata. Untuk itu kapolres berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi. “Intinya posisi saya di tengah-tengah masyarakat. Mencari solusi terbaik untuk masyarakat,” katanya pada wartawan, Kamis (22/11).

Ia pun turun langsung ke lokasi untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Serta mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Sehingga solusi bisa dutemukan dan konflik bisa diredam.

Karena aksi penutupan jalan ini berbuntut panjang, karena puluham warga juga sempat mendatangi bupati untuk bisa menyelesaikan konflik yang ada. Saat itu bupati juga menyampaikan kesanggupan untuk segera menyelesaikan.

“Saya sudah menerima harapan-harapan dari warga, sehingga itu saya jadikan acuan dengan jajaran saya dan polsek yang ada dibawa untuk bertindak. Rasa keadilan masyarakat adalah yang utamakan bersama,” terang kapolres.

Sejauh ini kapolres melihat konflik yang terjadi ibarat dua sisi mata uang yang saling kontradiktif. Satu sisi menginginkan penutupan jalan, karena truk pasir yang melintas dinilai menganggu.

“Terkait adanya debu, kemacetan, dan kebisingan,” tegasnya. Sementara di sisi lain, ada yang diuntungkan dengan situasi tersebut. “Karena itu merupakan mata pencaharian,” tambahnya.

Memang AKBP Muhammad Arsal tidak gegabah dalam mengambil keputusan atau solusi. Karena semua keputusan memiliki konsekuensi nantinya. “Jadi kita (saat ini) tidak bisa berkata a, b, atau c. Kita tunggu hasil komunikasi selanjutnya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: