Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Joni Mahendra (35), asal Dusun Krajan, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, ditangkap tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang, lantaran memiliki dan menyimpan senjata api rakitan, amunisi serta barang berbahaya lainnya.

Pelaku saat diinterogasi Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum
Pelaku saat diinterogasi Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum melalui Paur Subbag Humas, Ipda Catur Budi Bhaskara menuturkan, terungkapnya Joni Mahendra memiliki senjata api dan bahan peledak lainnya bermula pada Jum’at (2/11), sekitar 02.40 WIB, petugas bandara Juanda Surabaya mengamankan sebuah paketan berisi senjata api rakitan lengkap dengan amunisi tujuan Husen Prabowo asal Jakarta Timur.

Nama pengirim pada paketan tersebut tertulis Hendra S, alamat Dusun Krajan, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Diamankan paketan kemudian petugas bandara Juanda berkoordinasi dengan jajaran Sat Reskrim Polres Sidoarjo yang kemudian dilaporkan ke Polres Lumajang.

Atas laporan dan informasi paketan itulah, Tim Resmob Polres Lumajang langsung bergerak cepat mencari keberadaan Hendra S. Atas kerja keras Tim Resmob dibantu Polsek Candipuro, akhirnya nama Hendra S berhasil diamankan.

“Hendra S itu nama samaran. Nama aslinya adalah Joni Mahendra. Saat ditanya soal paketan yang dikirim ke Jakarta Timur tujuan Husen Prabowo langsung nyambung Mas,” tuturnya.

Setelah Joni Mahendra berhasil diamankan, Tim Resmob langsung menggeledah rumahnya. Betapa kagetnya petugas ketika menemukan sejumlah barang berbahaya lainnya diantara Ramset panjang caliber 22 sebanyak 189 biji, Ramset kosong 26 biji, Ramset tajam 30 biji, 1 buah laras shofgun ukuran 12 ml, belasan tabung gas Co2, 300 butir gotri plastic dan metal, 300 butir mimis timah.

1 buah revolver S7W rakitan, 6 butir amunisi aktif caliber 38, 13 per spring, 8 mata bor berbagai tipe, 2 plastik lem steal, 1 plastik sisa bubuk Ramset, 10 buah mata amplas, 1 senapan angin dan 1 buah laptop merk Lenovo.

“Petugas juga mengamankan 2 KTA Lumajang shoting Club dan Viper Shoting Club an Joni Mahendra,” ujar Paur Subbag Humas.

Untuk keperluan proses pemeriksaan dan pengembangan terhadap sejumlah barang yang terkait dengan senpi dan bahan peledak yang berhasil diamankan dari rumahnya, Joni Mahendra kemudian dikeler menuju Mapolres Lumajang.

Dalam proses pemeriksaan, kepada penyidik dia mengakui apabila yang mengirim paketan yang diamankan petugas bandara Juanda adalah miliknya. Dia juga menuturkan jika dirinya merupakan anggota perbakin Viper Shoting Club Bondowoso juga anggota Club Lumajang.

“Kata dia, dalam kegiatan sampingannya juga jual beli shofgun secara online,” ungkapnya.

Masih kata Catur Budi Bhaskara, kepada penyidik dia juga mengatakan bahwa dirinya bisa merakit pistol shofgun menjadi senjata rakitan yang bisa diledakkan. Shofgun menurut dia dibeli secara online dari tokopedia.

“Yang jelas, akibat perbuatannya itu Joni Mahendra dijerat pasal 1 (1) UURI No 12 Tahun 1951 dipidana hukuman penjara 20 tahun bisa seumur hidup. Kasus ini terus dikembangkan oleh Sat Reskrim Mas,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: