Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mengupayakan peningkatan Indeks Pendidikan. Salahsatu yang menjadi kendala selama ini, adalah rata-rata lama sekolah di Lumajang yang rendah. Yakni dibawah 7 tahun. Padahal wajib belajar yang ditetapkan pemerintah adalah 12 tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang, Ir. Nugroho
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang, Ir. Nugroho
“Rata-rata lama sekolah kita masih 6 koma sekian,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang Ir. Nugroho Dwi Atmoko pada wartawan.

Menurutnya parameter dalam penghitungan Indeks Pendidikan adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Untuk itu beberapa upaya akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini. Diantaranya adalah dengan menggalakkan program pendidikan kejar paket.

“Mau tidak mau yang kita lakukan adalah dengan membuat program kejar paket A, B, C bagi masyarakat yang usia diatas 25 tahun. Karena tidak mampu lagi mengikuti pendidikan formal,” ucapnya.

Lanjutnya, kemudian upaya lainnya adalah, Pemkab Lumajang akan berjuang untuk menekan angka putus sekolah. “Jangan sampai adalah anak putus sekolah di jenjang manapun,” ujarna Nugroho.

Untuk meningkatkan harapan lama sekolah, Nugroho menyebut, caranya adalah dengan membuat akses pendidikan lebih mudah. Anak-anak bisa tetap sekolah dengan kondisi ekonomi apapun.

“Diantaranya melalui SPP gratis, transportasi gratis, jadi membuat masyarakat mengurangi pengeluaran. Khususnya bagi masyarakat miskin,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: