Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - SMPN 1 Lumajang sudah ditunjuk sebagai sekolah rujukan. Semua sekolah yang ada di Lumajang sedikit banyak harus mencotohnya, agar bisa menjadi sekolah yang juga diunggulkan Apalagi dengan adanya penerapan zonasi zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Lumajang, Sujanar
Kepala sekolah SMP Negeri 1 Lumajang, Sujanar
“Semua sekolah harus siap bersaing dengan sekolah kita. Sekolah kita ditunjuk sebagai sekolah rujukan. Lainnya bisa mencontoh bagimana agar mutunya bagus, sarana dan prasarana terpenuhi, dan sebagainya,” kata Kepala sekolah SMP Negeri 1 Lumajang, Sujanar pada wartawan, Kamis (8/11).

Lanjutnya, kalau ingin pemerataan sekolah melalui zonasi, semua sekolah yang ada di Lumajang khususnya di di pedesaan atau pinggiran juga harus ada pembenahan. “Siapkan dulu sarana dan prasarananya. Seperti kita lengkap, tamannya, masjid, lahan olahraga, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, jika banyak sekolah di pinggiran yang bagus, tentunya sistem zonasi tersebut akan maksimal. Serta tujuan pemerataan pendidikan akan tercapai. Peserta didik juga akan banyak mendaftar di wilayahnya masing-masing.

“Sekolah di desa harus memenuhi standar seperti kita. Standar pendidikan memenuhi. Sapras memenuhi. Standar lainnya juga terpenuhi. Nanti kita bersaing,” tegas Sujanar.

Ia mencontohkan, misal ada anak lulusan SD di desa yang juga memiliki bakat di olahraga. Ia ngin meneruskan sekolah yang juga mendukung bakatnya tersebut. Namun jika di wilayahnya tidak ada sekolah yang memiliki sarana dan prasarana untuk itu, bisa jadi Ia akan memilih sekolah lain di luar wilayahnya.

“Jika ada yang suka basket, tapi di wilayahnya tidak ada SMP yang punya lapangan basket. Kemungkinan besar Ia akan mencari sekolah yang bisa menunjang itu,” pungkas dia. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: