Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Meninggalnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lumajang, Drs. H. Muflih Farid menjadi kabar duka bagi warga Lumajang. Karena sosok yang satu ini, sudah banyak berbuat untuk Lumajang. Selain di MUI, Ia juga sukses menahkodai Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) Lumajang 2 periode, pada 2004 hingga 2015.

Ucapan duka dari Baznas dan Sekretaris Baznas Lumajang H. Atok Hasan
Ucapan duka dari Baznas dan Sekretaris Baznas Lumajang, H. Atok Hasan
Sekretaris Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi menyampaikan, di bawah kepemimpinan H. Muflih Farid, membuat Baznas Lumajang menjadi besar. Dibandingkan dengan daerah lainnya. Bahkan menjadi rujukan studi banding Baznas dari berbagai daerah.

“Almarhum adalah mujahid zakat di Kabupaten Lumajang, di tangan beliau BAZNAS menjadi besar sehingga banyak menjadi rujukan studi banding,” katanya.

Saat zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS) yang terkumpul di Baznas Lumajang juga mengalami kenaikan yang signifikan. “Di tangan dingin beliau menjadikan pengumpulan ZIS Baznas dari Rp 40 juta per bulan menjadi Rp 4 milyar per tahun,” ucapnya.

Lanjutnya, H. Muflih Farid adalah sosok yang memiliki semangat besar untuk Lumajang dan tetap rendah diri. “Beliau adalah sosok sabar, tekun dalam kesehariannya. Kemudian seorang birokrat yang kyai dan kyai yang birokrat,” ucapnya.

Saat aktif menjadi birokrat, sejumlah jabatan penting pernah diduduki. Diantaranya menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat setda Lumajang hingga menjadi Asisten Bupati.

“Ia juga selalu mengajak untuk menjalankan sholat berjamaah. Jika beliau punya keinginan untuk umat, harus segera dilaksanakan,” terang Atok.

Semangat H. Muflih Farid untuk Lumajang juga tetap terlihat sebelum meninggal dunia. “Tiga jam sebelum wafat, masih koordinasi dengan bupati soal pembangunan pondok,” pungkasnya. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: