Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Siswa-siswi SMPN 1 Ranuyoso memiliki kesempatan untuk belajar jurnalistik dari para jurnalis yang ada di Lumajang. Salah satunya ada jurnalis dari Memo Timur. Kegiatan ini digelar oleh pihak sekolah dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra, Sabtu (3/11).

Pelatihan Jurnalistik di SMPN 1 Ranuyoso
Pelatihan Jurnalistik di SMPN 1 Ranuyoso
Ada puluhan siswa-siswi yang merupakan perwakilan dari masing-masing kelas untuk menjadi peserta dalam kegiatan ini. Utamanya adalah mereka yang memiliki minat dalam dunia tulis-menulis. Dengan harapan minat yang dimiliki bisa lebih dikembangkan.

Ada dua jurnalis yang diundang untuk memberikan materi dalam kesampatan ini. Selain Fitroh Kurniadi dari Memo Timur, ada satu lagi jurnalis dari salah satu media online yang ada di Lumajang.

Ada 2 jenis materi yang disampaikan pada peserta. Pertama tentang jurnalistik dasar yang disampaikan oleh Fitroh Kurniadi. Jadi para siswa diberikan pemahaman tentang apa itu jurnalistik dan cara penulisan berita secara dasar.

Kemudian satu lagi materi yang disampaikan oleh Babun Wahyudi, adalah tentang ide berita yang bisa ditulis. Khususnya berita di lingkungan sekolah atau tempat tinggal mereka yang bisa ditulis dan layak untuk disampaikan ke masyarakat.

Setelah menerima materi, kemudian para peserta diberi tugas untuk menulis berita yang ada di lingkungan sekolah. Mereka juga diharuskan melakukan sesi wawancara terlebih dulu kepada narasumber yang berkaitan dengan berita yang akan ditulis.

Terlihat mereka sejak awal sudah antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Ketika diberikan tugas menulis berita, mereka juga nampak semangat. Bahkan hasil berita yang ditulis, sudah dinilai bagus untuk ukuran siswa SMP.

Arum Setya Putri, S.Pd, salah satu guru SMPN 1 Ranuyoso menyampaikan, pelatihan jurnalistik ini digelar bukan hanya untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra. Tetapi menyiapkan siswa-siswi utamanya yang minat di dunia tulis-menulis, untuk lebih produktif berkarya.

“Harapannya banyak karya dari mereka yang muncul, kemudian dipajang di madding kelas atau sekolah,” ucap guru Bahasa Indonesia itu.

Selanjutnya, pihak sekolah juga memiliki rencana untuk membuat buletin atau majalah sekolah. Rencananya minimal bisa terbit dalam sebulan sekali. “Jadi siswa-siswi kita sendiri yang akan menulis di buletin atau majalah tersebut,” ungkap guru yang juga pembina OSIS tersebut.

Ia menambahkan, siswa-siswi yang menulis berita tentang sekolah bisa mengirimkan karyanya ke media massa yang ada dengan harapan bisa dimuat. “Sehingga kegiatan yang ada di sekolah bisa dibaca banyak orang,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: