Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - SMPN 1 Ranuyoso memang sekolah yang berada dekat daerah perbataan Lumajang–Probolinggo. Namun siapa sangka, sekolah yang satu ini juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang ada di kawasan perkotaan. Bahkan oleh Dinas Pendidikan diusulkan menjadi sekolah adiwiyata.

SMPN 1 Ranuyoso
SMPN 1 Ranuyoso
Pihak Dinas Pendidikan bukan tanpa alasan mengusulkan SMPN 1 Ranuyoso. Karena melihat wajah sekolah yang sudah layak menyandang predikat sekolah adiwiyata sama seperti sekolah lainnya yang sudah menyandang predikat tersebut.

Dari pantauan Memo Timur, memang benar SMPN 1 Ranuyoso adalah sekolah yang peduli lingkungan yang hijau, sehat, bersih, serta lingkungan yang indah. Karena terlihat yang mencolok adalah, di berbagai sudut terlihat taman-taman yang tertata dengan bagus.

“Banyak taman-taman, ini bukan karena kita ingin adiwiyata, tapi sudah sejak lama seperti ini,” kata Subroto, S.Pd, salah satu guru di sana.

Usulan ini muncul saat pihak Dinas Pendidikan berkunjung ke sana. Bukan hanya karena taman-taman saja, namun juga karena ada lahan khusus di sana yang dibuat untuk proses pembibitan. Dari biji buah yang ada di sekitar sekolah atau yang dibawa oleh siswa-siswi.

Proses pembibitan juga melibatkan para siswa dan hasilnya ketika sudah tumbuh agak besar bisa dibawa oleh masyarakat atau siswa untuk ditanam di rumahnya. Banyak juga yang digunakan untuk penghijauan di kawasan Ranu Bedali.

“Melihat kerindangan ini, taman-taman yang kita desain seperti ini. Kemudian Dinas Pendidikan minta agar kita menjadi sekolah adiwiyata,” ucap guru Bahasa Inggris itu.

Namun untuk menjadi sekolah adiwiyata tentunya ada sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah. Untuk kemudian diusulkan agar menjadi nominasi, hingga nantinya dinyatakan memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata.

“Secara fisik kita sudah memenuhi. Namun kita tidak punya data bukti dalam bentuk dokumen. Untuk menjadi sekolah adiwiyata, maka kami harus memenuhi itu, dokumentasi dan sebagainya,” jelasnya. Pada tahun ini semua dokumen-dokumen yang diperlukan sudah mulai disiapkan oleh sekolah.

Subroto diketahui, memiliki peran untuk membuat wajah SMPN 1 Ranuyoso terlihat bagus seperti saat ini. Meksipun Ia tidak menginginkan adanya apresiasi dari siapapun. “Saya itu orangnya tidak senang diikat oleh sistem. Tidak mikir adiwiyata dan sebagainya sebelumnya. Pokoknya sekolah hijau dan nyaman,” tegas dia.

Namun menjadi sekolah adiwiyata menurutnya tidak melulu soal kondisi sekolah yang bagus. Tetapi penghuni sekolah, utamanya siswa juga harus bisa mengimbangi kondisi tersebut dengan peduli terhadap lingkungan sekolah.

Hal inilah yang sebelumnya sempat menjadi hambatan. “Ada kendala di pembentukan karakter anak-anak. Kita harus mengajari mereka hidup sehat, tahap demi tahap kemudian ada perubahan. Misalnya buang sampah sudah pada tempatnya dan tidak merusak lingkungan,” terangnya.

Ia menambahkan karena hal yang paling penting dari sekolah adiwiyata adalah pembentukan karakter untuk peduli pada lingkungan. “Semua guru juga bergerak untuk itu. Dalam pembelajaran juga disampaikan, apalagi ada juga kurikulum berbasis lingkungan,” pungkasnya.

Meski bisa dikatakan sebagai sekolah pinggiran, kualitas sekolah ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena juga sudah menyandang predikat Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Akreditasi A. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: