Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Belum genap lima hari, Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang berhasil mengungkap ibu pembuang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki di samping rumah Muhamad Zainul Ulum, warga Dusun Besuk Selatan, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, pada Jum’at (23/11), sekira pukul 23.00 WIB.

Ibu terduga pembuang bayi saat diinterogasi
Ibu terduga pembuang bayi saat diinterogasi
“Kami sudah mengamankan seorang Ibu berinisial WD (32), warga setempat yang diduga kuat sebagai pembuang bayi sekaligus ibu dari bayi mungil itu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum mendampingi Kapolres, AKBP DR. Arsal Sahban, SH, S.IK, MH, MM.

Lanjut Hasran, WD mengaku panik dengan kondisi ekonomi rumah tangganya. Penghasilan suaminya yang tidak menentu, sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ditambah lagi biaya sekolah 2 anaknya yang masih kecil. Kondisi itu membuat WD berbuat nekat, begitu melahirkan anak ke tiganya secara diam-diam dia langsung membuangnya, berharap ada orang yang mengambil dan merawatnya.

“Alasannya begitu. Tapi, kami tidak percaya begitu saja. Kasus ini tetap kami dalami, berharap menemukan petunjuk baru agar bisa mengungkap adanya dugaan lain Mas,” ungkapnya lagi.

Masih kata Kasat Reskrim, akibat perbuatan nekatnya itu WD yang kini sudah meringkuk di rumah tahanan Polres Lumajang dijerat dengan pasal 76 jo pasal 80 UU Perlindungan Anak dipidana hukuman penjara minimal 3 tahun 6 bulan.

“Semoga timsus segera memperoleh petunjuk baru biar terungkap yang sebenarnya,” pungkasnya.

Secara terpisah Kapolres Lumajang, AKBP DR. Arsal Sahban, SH, S.IK, MH, MM kepada sejumlah media saat di rumah sakit Bhayangkara menyampaikan terima kasih kepada timsus Sat Reskrim yang dipimpin Kasat Reskrim dalam waktu tidak lama bisa mengungkap kasus pembuangan bayi TKP Dusun Besuk Selatan, Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro.

“Proses penegakan hukum tetap dilakukan dengan berkoordinasi aparat penegak hukum Cryminal Justise System dengan mengedepankan asas keadilan. Juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial agar WD selaku orang tua dari bayi itu tetap bisa merawatnya,” tambah Kapolres.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: