Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Hujan deras membuat debit air di Kali Asem naik sangat signifikan, Selasa (6/11). Bahkan banyak sampah yang nyangkut di Dam Gambiran. Tumpukan sampah inilah yang disebut menjadi salah satu penyebab jebolnya bronjong yang ada di dekat dam tersebut.

Sampah dibersihkan oleh petugas
Sampah dibersihkan oleh petugas
Dari pantauan, terlihat tingginya debit air tidak berpengaruh pada kondisi dam yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang. Bangunan dam yang baru dibangun itu masih kuat menahan air. Namun aliran air sempat tersumbat akibat tumpukan sampah yang dibawa arus.

Koordinator Pengerjaan Dam Gambiran, Joko Hari Prasetyo menyatakan, banyaknya sampah yang menumpuk otomatis membuat kerja dam kurang maksimal. “Karena sampah itu melimpah, airnya tidak merata hanya di posisi barat. Otomatis air naik,” ujarnya.

Kondisi seperti ini juga membuat aliran di bawah sungai juga deras dan membuat bronjong rusak. “Akhirnya air merembes di posisi titik pondasi paling bawah. Sehingga juga ada penurunan bronjong,” jelasnya.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang kemudian menangani sampah ini sekitar pukul 10 pagi. “Kita membersihkan sampah ini, agar aliran yang tersumbat menjadi lancar,” kata Widianto, Juru Pengairan Wilayah Dam Boreng.

Lanjutnya, memang untuk mengantisipasi hal ini, petugas harus siap siaga di lokasi ketika ada hujan yang lebat. “Untuk antisipasi, petugas harus standby,” ujarnya. Sementara untuk pembenahan bronjong, baru bisa dilakukan ketika air surut.

Sementara Kepala BPBD, Ir. Teguh Tedjayono, MM menyampaikan, langkah-langkah yang dilakukan selain dam lebih dibuka agar debit air yang masuk ke bronjong berkurang, Adalah sampah dibersihkan.

“Sampah dibersihkan, agar air bisa mengalir penuh,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: