Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Ritual adat Unan-Unan yang dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tengger di Desa Ranupane dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak wisatawan yang datang untuk melihat prosesi sakral 5 tahun sekali ini.

Ritual Adat ‘Unan-Unan’ Suku Tengger
Ritual Adat ‘Unan-Unan’ Suku Tengger
Acara ini bukan hanya dihadiri masyarakat Suku Tengger yang berada di Lumajang saja. Namun dari kawasan Probolinggo, Pasuruan, dan Malang juga melakukan ritual bersama-sama di sana.

Sehingga pelaksanaan ritual begitu besar. Ada beberapa kegiatan dari awal hingga selesai yang dilakukan Suku Tengger. Setiap kegiatan itu pun yang banyak diabadikan oleh wisatawan. Bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan manca negara juga penasaran dengan ritual tersebut.

Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML – Indah Amperawati juga bersedia hadir dalam kesempatan ini. Mereka ikut berada di tengah-tengah masyarakat Suku Tengger untuk mengikuti ritual adat Unan-Unan.

Romo Dukun Pinandhita Karioleh menyampaikan, bahwa Unan-Unan merupakan salah satu ritual adat masyarakat Suku Tengger yang bertujuan untuk memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa dari segala gangguan.

“Tujuannya sendiri untuk menetralisir kekuatan negatif yang ada, tidak hanya untuk masyarakat tengger, ritual unan-unan juga mendoakan seluruh alam semesta,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum menentukan waktu pelaksanaan Unan-Unan, para pemangku adat atau para Romo Dukun berkumpul untuk mengadakan musyawarah adat. Acara Unan-Unan dimulai dengan menggelar doa yang dipimpin oleh Romo Dukun.

“Kemudian masyarakat secara bersama-sama mengarak kepala kerbau dan beberapa jodang menuju Sanggar Agung dan diakhiri dengan doa bersama,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: