Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Rowokangkung sejak Minggu (23/13), dini hari sudah berangsur surut. Pada Selasa (25/12) pagi, genangan air hanya tersisa di beberapa titik saja. Warga yang sebelumnya berada di pengungsian, sudah kembali pulang dan membersihkan rumah mereka. Ternak yang juga diungsikan pun dibawa pulang.

Warga bersih-bersih rumah
Warga bersih-bersih rumah
Dari pantauan Memo Timur di lokasi, genangan tersisa di Dusun Wungurejo dan Dusun Penggung Desa Sidorejo. Sebelumnya, banjir merendam pemukiman warga di Rowokangkung dan Desa Sidorejo. Bahkan ketinggian air mencapai 2 meter.

Terlihat aktifitas warga yang membersihkan rumah mereka masing-masing. Karena ketika banjir, air yang bercampur lumpur masuk ke rumah mereka. Sebagian lagi terlihat menjemur kursi dan tempat tidur agar bisa digunakan kembali.

“Kami sudah mulai pulang dari pengungsian (balai desa). Sejak pagi tadi sudah mulai surut,” kata Abdul Rahman, warga Dusun Wungurejo, Desa Sidorejo.

Lanjutnya, ketinggian air di rumahnya sempat mencapai 1,5 meter. Sekaligus menjadi banjir terparah yang pernah menerjang kawasan tersebut. Sehingga mau tidak mau, warga harus tinggal sementara di pengungsian yang disediakan.

“Senin itu paling tinggi airnya di sini. Paling parah,” ujarnya.

Sementara warga lain, Tumirah mengatakan, jika banjir yang terjadi sudah berkali-kali. Saat hujan deras dan durasi lama, air yang berasal dari luberan sungai kerap menggenangi rumahnya. “Kalau air tidak terlalu tinggi, kami memilih untuk bertahan di rumah,” ucapnya.

Nampak pula, hewan ternak yang sebelumnya ikut diungsikan juga sudah dibawa pulang oleh pemiliknya. Karena saat evakuasi, petugas gabungan dan relawan juga membantu mengamankan hewan ternak. “Sudah surut mas, waktunya dibawa pulang,” ujar warga lainnya, Sanadi.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, banjir yang terjadi disebabkan hujan yang terjadi di wilayah setempat. Kemudian debit air di Dam Jatiroto mengalami peningkatan. Hingga membuat tanggul VAK 12 jebol sepanjang 2,5 meter.

Air mulai memasuki halaman rumah di Dusun Persil Banter, Desa Rowokangkung. Kemudian terus memasuki pemukiman di Genitri Kidul bagian selatan, Minggu (23/13) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Air pun terus meluas, selain menggenangi Desa Rowokangkung juga di Desa Sidorejo. Ada 3.401 rumah yang terdampak dengam total 9.858 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: