Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengelolaan Zakat, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lumajang mengirim salah satu unsur pimpinan mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdikat) Baznas di Jakarta.

Perwakilan Baznas Lumajang saat berfoto bersama
Perwakilan Baznas Lumajang saat berfoto bersama
Pelatihan ini dimaksudkan sebagai salah satu persyaratan seseorang yang bergerak di bidang pengelolaan zakat memiliki kompetensi dan kemampuan dalam mengelola dana umat.

Atok Hasan Sanusi kepada Memo Timur menuturkan, dalam pelatihan itu ada 11 materi pelajaran yang harus diikuti dan diujikan, antara lain menyusun target dan strategi pengumpulan zakat, menyusun program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, membangun kemitraan, menyusun Renstra, RKAT.

Materi terakhir adalah evaluasi kinerja organisasi pengelolaan zakat. “Jadwalnya sangat ketat dan padat. Jika ada satu materi yang diujikan tidak lulus dalam uji kompetensi, maka harus mengulang hingga lulus,” ungkapnya.

Semua peserta pelatihan itu kata Atok Hasan Sanusi dituntut untuk menjadi professional dalam pengelolaan zakat, dan peserta yang lulus akan mendapat sertifikat kompeten dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Alhamdulillah, dirinya wakil dari Baznas Lumajang lulus dengan nilai baik.

Atok berharap kedepan Baznas Lumajang semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam melaksanakan program-programnya, mulai dari pengumpulan hingga ke pendistribusian zakat kepada warga yang benar-benar berhak menerima.

“Di tahun 2017 kemarin, Baznas Lumajang mendapat opini WTP dari hasil audit kantor akuntan public, Habib Basuni Heryadi, Jawa Timur. Baznas Lumajang semakin dipercaya oleh masyarakat,” pungkas Atok.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: