Cari Nafkah, Alasan PSK Nekat kembali Jajakan Diri

Lumajang, Motim - Bersih-bersih tempat prostitusi di Lumajang terus dilakukan. Tidak boleh ada lagi yang beroperasi. Sesuai dengan perintah dari Bupati Thoriqul Haq. Namun masih saja, ditemukan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menjajakan diri. Saat ditanya petugas, mereka memiliki alasan sedang mencari nafkah.
Petugas Satpol PP berhasil menciduk PSK
Petugas Satpol PP berhasil menciduk PSK
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai garda terdepan, tak henti-hentinya melakukan razia. Sejumlah tempat prostitusi berulang didatangi untuk memastikan tak ada kegiatan prostitusi. Seperti Dolog, Bebekan, dan Asem Telu.

Memang kadangkala saat petugas datang, terlihat sudah tidak ada kegiatan prostitusi disana. Namun kadangkala, petugas berhasil menciduk sejumlah PSK, berikut lelaki hidung belang dan mucikari. kemudian mereka dibawa ke Kantor Satpol PP untuk ditindaklanjut.

Seperti razia yang kembali digelar selama 2 hari, 26-27 Desember 2018. Satpol PP pun kembali mendapati PSK yang kembali menjajakan diri. Ada 2 PSK yang berhasil diciduk di 2 tempat yang berbeda. Dua-duanya bukan warga Lumajang.

Satu PSK berinisial YY ditangkap Rabu (26/12) petang di sebuah rumah yang sengaja dijadikan tempat maksiat. Tepatnya di Desa Pulo Dusun Wrengen Cilik Kecamatan Tempeh. Warga Jember itu ditangkap saat melayani tamunya.

Kepada petugas, YY mengaku jika terpaksa menjadi PSK lantaran himpitan ekonomi. Ia tidak mendapatkan pekerjaan di daerah asalnya. Kemudian ada tawaran untuk jadi PSK di Lumajang. Ia pun berangkat dengan harapan mendapatkan pundi-pundi uang dari jalan tersebut.

“Katanya di Lumajang sudah aman (tidak ada razia), mangkanya Ia ke Lumajang. Jadi PSK untuk kebutuhan hidup,” kata Kepala Satpol PP Lumajang, Drs. Basuni kepada Memo Timur.

Sementara satu lagi PSK berinisial ST ditangkap di Bebekan Desa Kabuaran Kecamatan Kunir, Kamis (27/12) pagi. Ia diamankan petugas saat sedang menunggu pelanggan. Warga Probolinggo itu juga mengaku, terpaksa jadi PSK karena desakan kebutuhan sehari-hari.

“Ia diajak seseorang, karena ada masalah ekonomi di keluarganya, sehingga mau saja,” ujar Basuni.

Petugas Satpol PP juga sempat melakukan razia juga di eks lokalisasi Besuk Kecamatan Tempeh dan Dolog Kecamatan Sumbersuko. Namun nihil, tidak ditemukan ada aktifitas prostitusi disana. Petugas pun balik kanan, kembali ke Kantor Satpol PP. (fit)