Empat Tersangka Pemerkosaan di Kebun Singkong Ditangkap

Lumajang, Motim - Polres Lumajang berhasil menangkap empat orang tersangka dalam kasus pemerkosaan yang terjadi pada hari Minggu (23/12) lalu. Korban diperkosa di kebun singkong, di kawasan Jembatan Selowangi, Kecamatan Pasirian.
Pelaku pemerkosaan
Pelaku pemerkosaan
Keempat tersangka itu adalah Ubaidilah Alias Obet, Muhammad Nurullah, Muhammad Rozi, dan Abdul Qodir Jaelani. Dari keempat ini, mereka memiliki peran yang berbeda-beda pada saat kejadian.

Laporan dari pihak kepolisian, kejadian bermula, saat korban, BP (17) warga Kecamatan Kunir bersama pacarnya, Burhanuddin alias Udin jalan-jalan ke Jembatan Gladak Perak di Kecamatan Candipuro, dengan menggunakan sepeda motor.

Sekitar Pukul 12.00 WIB Udin bersama korban tiba dan mereka berdua diduga meminum minuman lokal oplosan (MILO). Sekitar Pukul 15.30 WIB, keduanya beranjak dan pergi ke bawah jembatan Selowangi JLS Pasirian untuk bertemu dengan temannya yang sudah dikenal baik berinisial R dan O, serta 4 orang lainnya yang keseluruhan laki-laki namun pada saat itu tidak dikenal.

Di lokasi tersebut, mereka juga sedang asik pesta minum minuman milo. Serta memaksa Udin dan korban untuk ikut bergabung minum bersama hingga mabuk berat, hingga tertidur tidak berdaya. Sehingga membuat Udin tidak lagi ingat kejadian selanjutnya. Sekitar Pukul 18.00 WIB, saat Udin tertidur dan tidak berdaya inilah petaka bagi korban BP dimulai.

Teman dari Udin yang bernama Nurul dan Rozi mengajak pelaku Obet untuk pindah tempat dengan menggunakan dua sepeda motor dan membawa korban yang sudah dibawah kesadaran karena pengaruh minuman keras dengan cara dibonceng.

Obet sendiri duduk di belakang korban agar si korban yang memang sudah tidak berdaya tidak sampai jatuh dari motor. Setelah dibonceng sejauh satu kilo meter dari lokasi semula, korban diturunkan dari sepeda motor dan disetubuhi secara bergantian oleh ketiga pelaku tersebut. Ditambah satu orang baru bernama Abdul Qodir Jaelani di tengah-tengah kebun singkong, tepatnya sebelah barat Jembatan Selowangi JLS.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran mengatakan, penangkapan berhasil setelah timnya bergerak cepat. “Ini juga berkat bantuan dari rekan Sat Reskrim Polres Banyuwangi. Kami harus menembak dua tersangka, karena pada saat penangkapan mereka melawan petugas,” ujar Hasran.

Sementara Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban saat dikonfirmasi, mengutuk keras perbuatan ini. “Ini bukti nyata perlu adanya peran orang tua serta keluarga agar salah satu keluarga kita tidak ada yang salah dalam memilih pergaulan,” ucapnya.

Ia juga miris atas kejadian tersebut. Karena orangtua korban pasti akan terpukul dengan apa yang terjadi pada anaknya. “Saya sangat bisa merasakan perasaan keluarga dan orang tua korban, maka dari itu biarkan proses hukum yang mengadili semuanya,” tegasnya.

Untuk diketahui, pelaku telah melanggar Pasal 81 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan melakukan persetubuhan terhadap korban. Pelaku pun diancam pidana penjara minimal 5 Tahun serta maksimal 15 Tahun. (fit)