Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Lumajang, pada 2018 jumlahnya masih terbilang tinggi. Bahkan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPT-PPA) Lumajang Ny. Musfarinah Nuryatin, M. PD menyebut, banyak anak yang kemudian kehilangan haknya.

Kongres Anak Lumajang di aula Dinas Pendidikan
Kongres Anak Lumajang di aula Dinas Pendidikan
Musfarinah mengungkapkan, bahwa kasus kekerasan terhadap anak hingga saat ini masih terjadi di masyarakat, yang semakin tahun semakin meningkat. Bahkan kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun maupun seksual lebih banyak di banding kekerasan terhadap perempuan.

Menurut data dari PPT-PPA, di 2018, kasus kekerasan yang dilaporkan dan ditangani oleh PPT-PPA sebanyak 29 kasus. Diantaranya 3 kasus kekerasan pada perempuan. Dan 26 kasus kekerasan pada anak.

“Hal ini sangat memprihatinkan, bahwa banyak anak -anak kehilangan haknya yang semestinya harus mereka nikmati terutama hak untuk mendapatkan perlindungan," katanya saat membuka Kongres Anak Lumajang di Aula Dinas Pendidikan, Senin (10/12).

Lanjutnya, diharapkan kepada semua pihak secara terkoordinasi terus menerus meningkatkan perhatian terhadap pemenuhan hak-hak anak di Lumajang. Khusunya anak-anak disabilitas dan berkebutuhan khusus.

Ia menegaskan, untuk melindungi anak-anak dari kekerasan tidak hanya cukup peran pemerintah saha. Semua elemen masyarakat harus dilibatkan.

“Termasuk juga tugas kalian adik-adikku yang tergabung dalam Forum Anak Lumajang," ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: