Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kopi menjadi salah satu komoditi yang terus dikembangkan di Lumajang. Saat ini kopi dari Lumajang semakin diakui kualitasnya. Bahkan kopi robusta dari lahan di Desa/Kecamatan Pasrujambe mendapat sertifikat organik dari ICERT.

Temu Lapang, di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro
Temu Lapang, di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro
ICERT adalah lembaga sertifikasi mandiri terpercaya yang merupakan otorisasi dari lembaga serupa yang berada di Amerika dan Eropa. Tentunya dengan sertifikat ini, menandakan kopi dari Pasrujambe bisa dipasarkan secara bebas di pasar nasional maupun internasional.

Sertifikat ini diberikan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lumajang, Ir. Agus Widarto, MM kepada Kelompok Tani Mawar, Desa/Kecamatan Pasrujambe saat Temu Lapang di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Selasa (4/12) pagi.

Bukan hanya komiditi kopi, sertifikat organik juga diberikan kepada sejumlah poktan untuk komoditi padi, namun dari lembaga sertifikasi yang berbeda. Yakni dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman.

Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Ir. Imam Suryadi, M.Si., pertanian organik mempunyai kelebihan untuk kesehatan dan menjaga lingkungan. “Saat ini sudah mulai marak di masyarakat untuk bisa beralih kepada organik,” ujarnya.

Sementara Ir. Agus Widarto, MM., menyampaikan, bahwa potensi pertanian di Lumajang memang sangat tinggi, utamanya padi dan kopi. Pemkab akan membantu dan memfasilitasi apa yang sudah dilakukan oleh para petani, untuk alat maupun pemasarannya.

“Kita juga akan melakukan pembinaan-pembinaan terhadap masa tani dari pertanian padi organik maupun pertanian yang lain,” ucapnya.

Kemudian saat ini ada sejumlah kendala saat panen di musim hujan. Karena kurangnya alat pengering (drayer). Namun kini sudah ada bantuan dari pusat untuk membantu para petani saat hujan.

“Saat ini Lumajang sudah mendapat bantuan 3 drayer dari pusat. Tetapi, Saya sudah berbicara dengan Kadis Pertanian, nanti pada 2019 para petani akan mendapatkan drayer lagi,” ungkapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: