Lumajang Jadul #4: Bukan Sekadar Nostalgia

Lumajang, Motim - Lumajang Jaman Dulu (Jadul) kembali digelar di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT). Pergelaran untuk memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-763 ini dibuka selama 3 hari, pada 8-10 Desember 2018. Ada sejumlah hal yang berbeda kali ini dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Lumajang Jaman Dulu #4 untuk memeriahkan Harjalu
Lumajang Jaman Dulu #4 untuk memeriahkan Harjalu
Apa yang berbeda itu? Seperti yang diungkapkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq, M.ML, di Lumajang Jadul bukan hanya sekadar untuk nostalgia. Bukan pula hanya sekadar untuk menarik wisatawan. Tapi diharapkan lebih dari itu. Yakni bisa memantik perekonomian Lumajang. Khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Karena seperti diketahui, di edisi keempat atau sejak 2015 ini, ada sekitar 150 stan yang disediakan. Dari jumlah itu tidak semua stan untuk memamerkan barang-barang kuno. Tidak hanya mengekspos kekayaan seni dan budaya Lumajang. Ada banyak stan yang disediakan khusus untuk menjual produk-produk hasil dari UMKM. Namun tetap, stan yang ada dibikin dalam suasana jadul.

Terlihat berbagai produk UMKM yang dijual disana. Dari produk makanan olahan hingga kerajinan rumahan. Bahkan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur juga berpartisipasi dalam kesempatan kali ini. Meksi begitu, bupati masih ingin di Lumajang Jadul yang akan datang, akan lebih banyak lagi mengekspos produk Lumajang.

"Harus ekspos soal produksi UMKMnya, pertanian, dan hasil olahannya," katanya pada wartawan saat membuka acara secara resmi, Sabtu (8/12).

Lanjutnya, kedepan juga diharapkan bukan hanya ajang untuk menunjukkan kekayaan budaya. Namun juga bisa menjadi wadah bagi investor untuk melihat potensi yang ada. "Jadi ada pertemuan orang yang mau investasi dengan penyedia bahan baku," tegasnya.

Thoriq juga menegaskan, Lumajang Jadul sudah diproyeksikan menjadi pargelaran yang bukan hanya dinikmati warga Lumajang saja. "Targetnya menjadi acara rutin. Saya berharap tahun depan menajdi destinasi Jatim maupun nasional. Dan acaranya bisa menarik lagi," ungkapnya.

Sementara di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Ir. Indah Amoerawati, M.Si menambahkan, melaui Lumajang Jadul jiga dapat mengingatkan jika peran wanita juga sangat besar. Salahsatunya peran didalam dunia UMKM. Karena mayoritas pelaku UMKM adalah dadi kalangan perempuan.

"Saya berharap perempuan kita lebih berinovaso dan pengelolaan di bahan pertanian lebih banyak. Karena kita negara agraris," pungkasnya.

Sejak dibuka pada hari pertama, ribuan masyarakat sudah memadati lokasi Lumajang Jadul. Selain itu selama tiga hari itu pengunjung juga akan disuguhi berbagai hiburan. Diantaranya pargelaran wayang kulit hingga musik danglung. Juga ada lomba fotografi, stan terjadul, dan pengunjung terjadul. (fit)