Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Tape ketan diproyeksikan menjadi salah satu jajanan khas di Lumajang. Jajanan yang identik dari kawasan Kecamatan Gucialit itu mulai lebih dikenalkan secara luas. Salah satunya melalui Festival Tape Ketan yang sudah digelar Minggu (23/12), lalu di Halaman PTPN XII Kertowono.

Festival Tape Ketan di Gucialit
Festival Tape Ketan di Gucialit
Dalam acara yang digagas oleh Komunitas Budaya Gucialit itu, ada 2.500 bungkus tape ketan yang disediakan. Panitia bersama warga setempat saling membahu untuk memasak jajan sebanyak itu. Sehingga bisa dinikmati oleh banyak masyarakat saat festival digelar.

Irawan, salah satu pemuda di sana menyatakan, selama ini tape ketan adalah jajanan yang wajib ada saat acara Sedekah Desa. “Jajanan ini selalu ada di 5 desa jika menggelar Sedekah Desa,” katanya pada Memo Timur.

Dengan adanya Festival Tape Ketan, diharapkan jajanan itu bukan hanya ada saat Sedekah Desa saja. Namun bisa menjadi makanan khas Lumajang. “Bukan hanya dikenal sebagai jajanan dari Gucialit pada khususnya, namun juga Lumajang,” kata dia.

Ia juga ingin tape ketan terus diproduksi secara berkelanjutan oleh warga masyarakat dan menjadi oleh-oleh khas Lumajang. Bukan hanya menunggu momentum-momentum tertentu saja.

Pada festival itu juga hadir Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq-Indah Amperawati. “Pemerintah sudah menyatakan dukungan dengan ide kami. Karena peran pemerintah begitu besar tentunya,” kata Irawan.

Irawan menambahkan dalam kesempatan ini juga dikenalkan Kesenian Ojung dalam tari. Karena selama ini Ojung hanya dikenal sebagai kesenian berbahaya, yang menampilkan 2 orang saling beradu pukul dengan rotan.

“Jadi bisa lebih banyak lagi wisatawan yang menikmati ojung,” pungkasnya.

Sementara Bupati Thoriq berharap agar Festival Tape Ketan ini dapat dijadikan agenda tahunan. Pemerintah Kabupaten Lumajang, akan mendorongnya sehingga tahun depan dapat diselenggarakan lebih meriah.

“Saya berharap agar tetap dilestarikan, karena kegiatan ini merupakan budaya asli kita dan sekaligus menjadi bagian kehidupan masyarakat Gucialait,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: