TKW Meninggal, Belum Ada Bantuan untuk Keluarga

Lumajang, Motim - Sejak meninggalnya Imawati, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro sepekan lalu, belum ada bantuan yang diterima pihak keluarga. Utamanya dari Pemkab Lumajang.
Jenazah Imawati sebelum dimakamkan
Jenazah Imawati sebelum dimakamkan
Pasalnya, setelah Imawati meninggal di Malaysia, dua orang anaknya kini otomatis menjadi yatim piatu. Karena 3 tahun silam, sang Ayah sudah meninggal dunia lebih dulu dan menjadi alasan bagi Imawati mengadu nasib di Negeri Jiran.

Mereka diketahui sebagai keluarga yang kurang mampu. Bahkan jenazah pun tidak bisa dipulangkan, karena keluarga tidak memiliki uang sebesar Rp 22 juta untuk biaya pemulangan jenazah ke tanah air. Keluarga harus mengeluarkan biaya sendiri untuk pemulangan, karena Imawati diketahui bukan TKW yang terdaftar secara resmi.

Pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang saat dihubungi Memo Timur, menegaskan jika tidak ada anggaran untuk biaya santunan atas kematian TKI. Bahkan bukan hanya untuk yang ilegal, yang legal pun juga tidak dianggarkan di tahun ini.

“Karena kalau yang resmi itu, ditanggung oleh PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Untuk pemulangan jenazah maupun santunan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan, Soekarmiati, SE.

Namun biasanya Disnaker membantu transportasi untuk membawa jenazah dari bandara ke rumah duka. “Jika terdaftar, kita selalu dihubungi oleh pihak PJTKI jika ada TKI atau TKW asal Lumajang,” ucapnya.

Sedangkan Imawati, namanya tidak ada di catatan Disnaker sebagai TKW asal Lumajang. Untuk itu, pihaknya sebelumnya tidak mendapat laporan atas kematiannya. Mereka baru tahu saat Memo Timur yang hendak melakukan konfirmasi.

“Biasanya yang paling banyak itu, mereka awalnya berangkat secara resmi. Kemudian setelah batasnya 2 tahun habis, mereka tidak pulang dan mencari majikan sendiri di sana. Sehingga bukan lagi menjadi TKI resmi,” pungkasnya.

Kemudian, salah satu tetangga Imawati, sudah mengupayakan bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan. Permintaan bantuan sudah diajukan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang.

“Semoga disetujui oleh Baznas, agar dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” kata Mujib. (fit)