TKW Meninggal di Malaysia, Jenazah Tak Bisa Dipulangkan

Jenazah ketika akan dimakamkan di Malaysia. (*)
Lumajang, Motim - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro bernama Imawati dikabarkan meninggal dunia di Malaysia, Rabu (12/12). Namun jenazah tidak bisa dipulangkan ke tanah air.

Informasi yang berhasil didapat Memo Timur dari pihak keluarga, kabar kematian Imawati pertama kali diterima keluarga sekitar pukul 15.00 WIB. Suami Imawati yang juga berada di Malaysia yang mengabarkan itu pada anaknya.

Untuk pemulangan jenazah, pihak keluarga harus menyiapkan biaya sebesar Rp 22 juta. Namun karena keluarga Imawati dari kalangan kurang mampu, tidak memiliki biaya sebesar itu. Akhirnya atas kesepakatan keluarga, jenazah tidak dipulangkan dan dimakankan disana.

“Setelah kita rembuk dengan keluarga, kita ikhlas ibu dimakamkan di Malaysia,” kata Iwan anak sulung Imawati pada Memo Timur, Kamis (13/12). Ia sebenarnya juga berharap jenazah ibunya bisa dipulangkan, karena adanya keterbatasan ekonomi akhirnya keputusan itu yang diambil.

Iwan menyampaikan, ibunya meninggal di rumah yang dikontrak. Sebelum meninggal, selama 5 bulan sakit parah mendera ibunya. Paspor ibunya juga hilang, sehingga mengalami kesulitan jika akan berobat ke rumah sakit.

Setelah pihak keluarga sepakat jenazah tidak dipulangkan, akhirnya jenazah dibawa ke rumah sakit di Selangor untuk proses pemakaman. “Pemakaman sudah dilakukan (Kamis) pagi tadi,” pungkasnya.

Kepala Desa Sarikemuning Nawi, SH saat dikonfirmasi terkait hal ini, mengatakan juga sudah mengetahui informasi kematian warganya yang bekerja di Malaysia. Diketahui Imawati adalah TKW yang tidak resmi.

“Di rumah duka juga sudah menggelar tahlilan sejak tadi (Rabu) malam,” ucapnya saat dihubungi Memo Timur.

Sementara informasi dari para tetangga, Imawati pergi ke Malaysia sejak 3 tahun yang lalu untuk mengadu nasib disana setelah kematian suami pertamanya. Karena Ia harus menghidupi kedua anaknya.

“Ia pergi ke Malaysia bermaksud untuk mencari rezeki demi masa depan kedua anaknya. Cowok dua-duanya. Semua putus sekolah. Karena kondisi keluarga yang tidak punya,” kata Mujib warga setempat.

Lanjut Mujib, kondisi rumah mereka juga memperhatinkan, sehingga para warga disana berharap ada bantuan pemerintah yang diberikan pada keluarga. “Dari kejadian ini, berharap pemerintah memberikan bantuan,” pungkasnya.

Sedangkan pihak Dinas Tenga Kerja Lumajang yang dikonfirmasi, mengatakan jika belum tahu sebelumnya adanya informasi atas kematian TKW asal Lumajang di Malaysia. Justru mereka baru tahu dari Memo Timur.

“Baru dengar. Akan kita koordinasikan dulu,” kata Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Soekarmiati, SE. (fit)