Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Nampaknya banyak masyarakat Lumajang yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara mandiri yang tidak menunaikan kewajibannya. Karena saat ini BPJS mencatat ada ribuan peserta di Lumajang yang menunggak iuran dengan total premi mencapai milyaran.

FDG bersama BPJS Kesehatan
FDG bersama BPJS Kesehatan
Kepala BPJS Kesehatan Lumajang, Gatot Paramono menyebutkan, ada 12 ribu lebih peserta yang tercatat masih menunggak. Dengan total mencapai Rp 5,7 miliar. Baik itu peserta di kelas 1, 2, dan 3.

Ada sejumlah alasan yang disampaikan Gatot, di balik besarnya jumlah tunggakan tersebut. Diantaranya ada unsur kesengajaan dari peserta untuk tidak membayar. “Itu yang mungkin sebagian sudah menikmati, habis operasi tidak bayar lagi,” katanya dalam Focus Discussion Group (FDG) di Hotel Aloha Lumajang, Rabu (12/12) pagi.

Namun ada sebagian diantaranya yang memang bukan disengaja. Yakni dengan alasan akses untuk pembayaran yang sebelumnya dinilai masih ribet. Namun saat ini BPJS telah menyediakan banyak layanan pembayaran. Dengan bekerjasama dengan pihak ketiga, pembayaran bisa dilakukan dengan mudah dan di mana saja.

“Sebelumnya alasannya akses pembayaran yang jauh, kadang troubel. Mangkanya kami mengembangkan banyak channel, hingga ke tingkat desa. Di Indomaret, Alfamart bisa bayar, di kantor pos,” terangnya.

Bahkan BPJS juga sudah memiliki kader-kader yang bertugas untuk mengingatkan masyarakat yang memiliki tunggakan. “Selain itu kita setiap bulan memberikan surat, sms juga. Untuk mengingatkan,” jelasnya.

Ketika peserta sudah memiliki tunggakan, sebenarnya ada kerugian yang dialami. Meski tidak ada denda keterlambatan. Namun ada denda pelayanan yang harus dibayar selain premi ketika para peserta menjalani rawat inap di rumah sakit.

Meski ada miliran tunggakan, Gatot menegaskan hal itu tidak akan berdampak pada pelayanan kesehatan yang menggunakan BPJS. “Tidak akan menganggu pelayanan pada masyarakat. Pelayanan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: