Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kawasan pantai di sepanjang Kecamatan Tempursari rawan dilanda abrasi belakangan ini. Kali ini abrasi terjadi di Pantai Tegalbanteng, Desa Tegalrejo. Sebelumnya, Pantai TPI Desa Bulurejo kondisinya makin parah akibat abrasi.

Abrasi Pantai Tegalbanteng Desa Tegalrejo
Abrasi Pantai Tegalbanteng Desa Tegalrejo
Abrasi yang terjadi di Desa Tegalrejo Jumat (18/1) lalu, membuat kerusakan yang lebih luas di kawasan pantai tersebut. Cuaca buruk yang berpengaruh pada tinggi gelombang, menjadi penyebab terjadinya abrasi.

Dari informasi warga setempat, abrasi juga berdampak pada tanah milik warga yang berada di sepanjang pantai itu. Luas daratan yang tergerus gelombang mencapai sekitar 30 meter. Tepatnya di RT 17 RW 5 Dusun Tegalbanteng.

Belum ada penanganan khusus yang dilakukan untuk mengatasi abrasi yang terjadi. Petugas hanya memasang garis pembatas sebagai tanda bahaya. Baik itu garis polisi, maupun garis pembatas yang dipasang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Pelakasana Tugas (Plt) Sekretaris BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan, jika tindakan awal yang dilakukan hanya memasang garis pembatas itu. Karena pihaknya baru melaporkan kejadian ini pada bupati.

“Selanjutnya masih menunggu instruksi dari bupati,” ujarnya.

Kapolres AKBP Arsal Sahban juga sudah memerintahkan jajarannya untuk meninjau ke lokasi dan melakukan pemasangan garis polisi tersebut. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi pada warga sekitar pantai.

Ia mengatakan, secepatnya memang harus ada langkah kongkrit dari pihak terkait untuk mengatasi hal ini. Tentu pihaknya juga siap membantu. "Jika dibiarkan dan tidak ada langkah-langkah yang signifikan untuk mengatasi hal tersebut, maka abrasi akan semakin parah,” ungkapnya.

Karena dalam kurun waktu 2 tahun sejak 2015, efek abrasi di sana dapat mencapai 300 meter. “Karena kemarin abrasi bertambah sejauh kurang lebih 30 meter, tercatat sudah 330 meter wilayah yang terdampak abrasi dari 2015 hingga saat ini," pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: