Bawaslu: Bupati-Wabup Boleh Kampanye di Hari Libur

Lumajang, Motim - Kedatangan Bupati Thoriqul Haq dalam deklarasi dukungan untuk calon presiden petahana, sempat disoal oleh warganet di media sosial. Ada yang menilai itu pelanggaran kampanye. Namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lumajang menegaskan jika itu boleh saja.
Bupati Thoriq saat memimpin deklarasi
Bupati Thoriq saat memimpin deklarasi
Divisi Hukum Bawaslu Lumajang, Amin Sobari menyampaikan jika bupati atau wakil bupati boleh melakukan kampanye asalkan di hari libur. “Baik itu di hari Sabtu dan Minggu, atau di tanggal merah,” katanya saat dikonfirmasi Memo Timur, Senin (28/1).

Namun jika mereka akan melakukan kampanye di hari efektif, tentunya harus meminta izin cuti ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Izin itu kemudian diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tembusan ke Bawaslu,” lanjutnya.

Misalnya kepala daerah tanpa izin melakukan kampanye di hari efektif, baru ada sanksi yang akan diberikan kepadanya. “Nanti kita lihat, ada sanksinya. Bisa sanksi larangan kampanye,” ungkap Amin.

Lanjutnya, setiap dugaan pelanggaran memang harus dikaji lebih dulu. Karena dalam kasus-kasus tertentu ada kesulitan dan butuh lebih didalami. Misalnya kepala daerah yang hadir di acara kampanye namun tidak melakukan kampanye.

“Itu yang sulit, seperti kasus Anis Baswedan (Gubernur Jakarta) kemarin waktu di Bogor diundang Gerindra. Dia sambutan tapi gak kampanye. Diperiksa (Bawaslu) juga gak papa,” ujar Amin memberikan contoh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Thoriq datang dan memimpin deklarasi dukungan untuk Joko Widodo–Ma’ruf Amin, Minggu (27/1) di Istana Kuliner. Banyak relawan pasangan calon nomor urut 01 itu yang hadir. Meraka menamakan diri Relawan Gerak Menang (Gema) Jokowi.

Selain kesibukannya menjadi bupati, Thoriq memang memiliki tanggungjawab bersama PKB untuk memenangkan paslon nomor 01. Sementara Wakil Bupati, Indah Amperawati bersama Gerindra juga memiliki tanggungjawab untuk kemenangan paslon nomor 02. (fit)