Buat Lowongan dengan Syarat Lepas Hijab, GM Ditegur Disnaker

Lumajang, Motim - Manajemen Hotel Gajah Mada (GM) dan Resto mendapat teguran dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang. Alasannya, setelah informasi lowongan kerja yang disebar, menyertakan salah satu syarat yang dapat menimbulkan kontroversi. Yakni pelamar perempuan harus bersedia melepas hijab.
Manajemen GM bersama Disnaker
Manajemen GM bersama Disnaker
Informasi lowongan yang tersebar beberapa hari lalu di media sosial ini sempat menuai kritik dari masyarakat. Hingga kemudian Disnaker Lumajang memanggil pihak manajemen GM untuk menjelaskan hal tersebut.

“Sudah kita panggil. Kita tanyakan, kok ada syarat ini,” kata Kepala Bidang Industrial dan Jaminan Sosial, Disnaker Lumajang, Agus Dwikoranto pada wartawan saat jumpa pers bersama dengan pihak manajemen GM, Jumat (4/1).

Dalam kasus ini, Ia menyebutkan memang tidak ada sanksi berat yang diberikan. Hanya berupa teguran saja secara lisan. “Sudah kita sampaikan pada manajemen untuk jangan diulangi lagi,” terangnya.

Lanjutnya, sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan memang tidak dibenarkan, agama dipermasalahkan oleh perusahaan. “Diberhentikan karena melaksanakan agamanya juga tidak boleh,” pungkasnya.

Atas kesalahan tersebut, pihak GM sudah bersedia meminta maaf. Manajemen juga sudah membuat surat pernyataan dan mengklarifikasinya. Zainul Arifin selaku Manajer HRD Hotel GM dan Resto menegaskan, jika ada kesalahpahaman yang terjadi saat mendesain brosur lowongan tersebut.

Draft yang sebenarnya, tidak ada syarat untuk bersedia melepas hijab. Namun karena ada pemahaman atau asumsi tersendiri dari karyawan yang mendapat tugas untuk mendesain, sehingga ditambahlah salahsatu syarat itu.

“Jadi ini adalah kesalahan personal,” kata Zaiunl Arifin.

Lanjutnya, selama ini GM tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap karyawannya. Apalagi yang menyinggung soal agama. “Bahkan kita menyediakan musholah, saat Jumatan juga karyawan boleh Sholat Jumat,” pungkasnya. (fit)