Bupati: Selain Apotek, Dilarang Jual Alkohol

Lumajang, Motim - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq telah mengeluarkan kebijakan baru. Selain apotek, toko atau siapapun dilarang menjual alkohol. Karena saat ini banyak alkohol yang disalahgunakan untuk minuman keras (miras) oplosan.
Bupati saat mendatangi toko jamu yang menjual alkohol
Bupati saat mendatangi toko jamu yang menjual alkohol
Lanjutnya Pemkab Lumajang akan membuat surat edaran bupati terkait kebijakan tersebut. “Karena aturannya juga tidak boleh. Khusus alkohol, sesuai aturan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) harus dijual di apotek,” katanya pada wartawan, Kamis (31/1).

Bahkan di apotek pun, penjualannya juga terbatas. Tidak boleh dijual bebas. Pihak apotek bisa kena sanksi jika melanggar aturan. “Misalnya harus sesuai dengan resep dokter. Jadi kita akan bertindak terus-menerus,” ujarnya.

Saat ini diketahui, banyak toko tradisional atau toko jamu yang menjual alkohol tersebut. Mereka juga melayani pembelian dalam jumlah banyak. Apalgi yang membeli adalah anak-anak, pihak toko tetap melayaninya.

Bupati pun sempat mendatangi salah satu toko jamu yang menjual alkohol. Ia meminta untuk tidak lagi menjualnya. Di dalam toko itu ditemukan banyak botol alkohol. Akhirnya oleh petugas disita dan dibawa ke Kantor Satpol PP.

Awalnya, pemilik toko menolak. Karena juga banyak toko lainnya yang menjual alkohol. Namun ketika bupati memberikan penjelasasan, akhirnya Ia paham. “Iya, yang lainnya sama, dilarang juga. Akan kita razia juga,” ungkapnya.

Menurut bupati, sudah banyak kriminalitas di Lumajang. Salah satu pemicunya adalah karena miras oplosan tersebut. “Ada banyak laporan kriminalitas, seperti tindak asusial dan kriminalitas yang lain,” pungkasnya. (fit)