CFN Kini Digelar Tiap Malam Minggu

Lumajang, Motim - Ada kebijakan baru dari Pemerintah Kabupaten Lumajang mengenai pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Alun-Alun. Jika sebelumnya digelar satu kali dalam sebulan, kini CFN bakal ada tiap malam Minggu.
Alun-Alun Lumajang
Alun-Alun Lumajang
Mulai Sabtu (12/1) malam, kebijakan itu akan diberlakukan. Meski CFN ada tiap malam Minggu, pada Minggu paginya Car Free Day (CFD) juga tetap digelar. Kebijakan sebelumnya, jika CFN digelar, maka pada Minggu paginya tidak ada CFD.

Kebijakan baru ini sesuai dengan keputusan dari Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq–Indah Amperawati. Keduanya menilai, saat CFN dan CFD ada geliat ekonomi yang besar di seputaran Alun-Alun.

Tiap CFN dan CFD digelar, ada banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memanfatkan momentum ini. Termasuk juga warga yang mengambil keuntungan dengan menyediakan jasa penitipan kendaraan.

“Untuk itu, diputuskan CFN digelar tiap malam Minggu dan CFD tetap ada pada Minggu paginya,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup, Yuli Haris pada Memo Timur, Jumat (11/1).

Diketahui sampai saat ini data PKL yang tergabung dalam Paguyuban PKL Alun-Alun jumlahnya mencapai 200 orang lebih. Belum lagi ditambah PKL yang tidak tergabung dalam paguyuban.

Tiap PKL yang membuka lapak di seputaran Alun-Alun dikenakan retribusi. Namun jumlahnya begitu kecil. Hanya Rp 5 ribu per bulan yang harus dibayar pada pemerintah. Tiap awal bulan mereka harus membayar retribus itu.

“Dan mereka sudah sepakat dengan itu, karena jika tiap CFD atau CFN ditarik retribusi mereka keberatan,” ujarnya.

Saat pelaksanaan CFN dan CFD pun, para PKL sudah sepakat jika akan menjaga kebersihan di sekitar tempatnya berjualan. “Jadi saat datang lokasinya bersih, saat pulang pun juga harus dalam keadaan bersih,” kata Yuli.

Ada sejumlah aturan tambahan dalam CFN dan CFD kali ini. Yakni dalam soal penataan PKL dan tempat parkir di sejumlah ruas. Diantaranya sepanjang Jl. Abu Bakar akan diisi para PKL. Tidak lagi ada kendaraan parkir di sana.

“Sekaligus untuk merelokasi PKL yang sebelumnya ada di Jembatan Pelangi,” kata dia.

Lanjutnya, dua kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan difungsikan sebagai lahan parkir. Yakni di halaman Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Badan Pajak dan Retribusi Daerah.

Dalam pelaksanaan CFN nantinya, juga diharapkan akan selalu ada hiburan untuk masyarakat dan kegiatan dari OPD. “Untuk hiburan nanti dari Dinas Pariwisata yang akan mengaturnya. OPD juga diharapkan ada kegiatan sosialisasi pada masyarakat,” pungkasnya. (fit)