Dampak CFN Digelar Tiap Pekan, Omzet PKL Menurun hingga Mogok Jualan

Lumajang, Motim - Kebijakan baru dalam pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Alun-Alun nampaknya tidak sesuai ekspektasi. CFN digelar tiap Sabtu malam dengan harapan meningkatkan perekonomian Pedagang Kaki Lima (PKL), justru dampak sebaliknya didapat.
Sejumlah PKL mogok tak berjualan
Sejumlah PKL mogok tak berjualan
Sejumlah PKL yang biasa mangkal di dekat Kantor BNI mogok tak berjualan saat CFN, Sabtu (26/1) malam. Alasannya karena omzet mereka menurun. Bahkan merugi, dampak dari adanya kebijakan baru dari Pemerintah Kabupaten Lumajang tersebut.

“Salah satu tolak ukur dapat dilihat dari income pedagang di sekitar Alun-Alun yang menurun lebih dari 50 persen dibandingkan dengan malam Minggu sebelum CFN diadakan tiap minggu,” kata Arik Tohari, salah satu PKL.

Menurutnya sudah empat minggu terakhir ini para PKL selalu merugi. Sehingga aksi mogok jualan pun dilakukan. “Dengan harapan agar segera dilakukan evaluasi terhadap acara CFN tersebut,” jelasnya.

Selain karena CFN rutin digelar tiap Sabtu malam dan Car Free Day (CFD) tiap Minggu pagi, ada faktor lainnya yang mempengaruhi omzet PKL. “Mulai dari curah hujan yang tinggi, hiburan yang kurang menarik minat khalayak, sampai tarif parkir yang terlalu mahal,” tegas dia.

Namun dirinya yakin Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bisa secepatnya mengatasi persoalan tersebut. “Semoga beliau segera paham dengan masalah kami dan memberikan solusi terbaik agar usaha kami tidak mati,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, Yuli Haris menyampaikan, dirinya bersama dengan Satgas Alun-Alun akan segera melakukan evaluasi.

“Pelaksanaan CFN dan CFD tiap Minggu baru sebulan. Akan dievaluasi untuk pelaksanaan yang lebih baik, Minggu ini, Inshaallah Rabu, akan Saya lakukan evaluasi,” ungkapnya pada Memo Timur.

Dirinya juga sempat melakukan survey di Alun-Alun mengenai keluhan dari para PKL tersebut. Untuk memastikan kebenarannya. “Kalau pendapatan menurun, iya. Banyak faktor, cuaca, perlu hiburan yang terjadwal, parkir mahal,” pungkasnya. (fit)