Gagal Dibegal, Penjual Sayur Patah Tulang

Lumajang, Motim - Seorang tukang sayur bernama Siyanto (60), warga Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, ditemukan terkapar di tepi jalan dengan kondisi patah tulang pada kedua tangannya juga pada kaki kirinya.
Kondisi korban begal saat dievakuasi
Kondisi korban begal saat dievakuasi
Tak jauh dari tubuh korban, ditemukan 1 unit sepeda motor Honda Vario lengkap dengan obrok berisi sayur mayur. Warga yang mengetahui hal itu terus menghubungi petugas unit laka lantas Polres Lumajang dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.

“Ternyata, ibu angkat saya itu bukan kecelakaan. Tapi, korban pelaku begal Mas,” tutur Yoni Kristiono kepada Memo Timur pada Sabtu (12/1).

Menurut Yoni Kristiono seperti biasa ibu angkatnya setiap pagi pergi ke pasar untuk membeli sayur mayur untuk dijual lagi dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih hitam nopol N 6715 UB.

Usai belanja, menjelang waktu sholat subuh ibu terus pulang. Saat melintas di jalan raya Desa Karangsari dekat Indomart, dicegat 2 orang tak dikenal. Takut pelaku kejahatan, apalagi jalan sepi, ibu tidak berhenti dan terus jalan.

Diluar dugaan, obrok dagangan berisi sayur mayur berhasil ditarik oleh pelaku, motor oleng, korban terpental dan jatuh ke jalan. Akibat kejadian itu ibu mengalami patah tulang pada kedua tangannya juga pada kaki kirinya.

Sepeda motornya tidak diambil oleh pelaku begal. Mungkin ketakutan karena beberapa saat kemudian warga berdatangan. Karena kondisi cukup parah warga terus melapor ke unit Laka Lantas Polres Lumajang.

“Awalnya, ibu dikira terlibat kecelakaan. Setelah diperiksa ternyata ibu korban pelaku begal. Yang membawa ibu ke RSUD dr. Haryoto ya petugas unit laka lantas,” ujarnya.

Menurut Yoni, informasi dari masyarakat di jalan itu seringkali kejadian begal. Untuk itu dirinya berharap mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian setempat baik dari Polsek Sukodono maupun Polres Lumajang.

“Kondisi ibu cukup parah. Kedua tangan dan kaki kirinya patah. Saya berharap kasus ini segera diungkap oleh polisi,” tegas Yoni.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Sukodono, Ipda Arif Muhtadi saat dikonfirmasi mengatakan kasus tersebut sudah ditangani. “Maaf masih belum ungkap Mas,” ungkapnya via teleponnya.(cho)