Guru asal Jember jadi Korban Penjambretan Jl. Raya Tekung

Lumajang, Motim - Pelaku penjambretan beraksi di Jl. Raya Tekung, Rabu (30/1) pagi. Korbannya dua guru asal Jember. Namun aksi penjambretan itu gagal. Korban mampu mempertahankan tas yang ditarik pelaku. Tetapi perjuangan korban berujung luka cukup serius setelah terjatuh dari motornya.
Korban saat dirawat di Puskesmas Tekung
Korban saat dirawat di Puskesmas Tekung
Kedua korban adalah Vivi Andari dan Siti Dewi Masito. Mereka berboncengan mengendarai motor matik dari arah Jember. Vivi yang membonceng temannya, tujuan ke Lumajang untuk mengurus pajak.

Sampai di Jl. Raya Tekung sekitar pukul 09.00 WIB, ada seseorang yang juga naik motor memepet mereka. Kemudian Ia coba menarik tas yang dibawa Vivi. Namun korban berusaha mempertahankannya. Sehingga aksi tarik-menarik tas itu terjadi.

Akibatnya, korban kehilangan kendali dalam mengendarai motornya. Akhirnya terjatuh di jalan dekat Koramil Tekung. Tahu korbannya terjatuh, pelaku pun meninggalkan korban begitu saja dan gagal merampas tas korban.

Saat kejadian tersebut, kondisi lalu lintas dalam keadaan sepi. “Beruntung saat terjatuh kondisi jalan dalam keadaan sepi. Kami jatuh di tengah jalan. Tidak ada kendaraan yang melintas,” kata Siti Dewi Masito.

Sesaat kemudian, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian menolong keduanya. Untuk penanganan awal, korban dibawa ke Puskesmas Tekung. Vivi mengalami luka di bagian wajah dan kaki. Masito terluka di bagian kakinya.

Tidak berselang lama, pihak keluarga datang ke Puskesmas. Anggota Polsek Tekung juga ada di sana untuk menangani kasus ini. Setelah luka dibersihkan, pihak keluarga, meminta korban untuk dibawa ke RSUD dr. Haryoto.

Atas kejadian ini, membuat kedua korban mengalami trauma. Saat dirawat di Unit Gawat Darurat Puskesmas, keduanya terus menangis. “Saya takut keluar sekarang,” ujar Masito sambil mengusap air matanya.

Keterangan dari pihak Polsek Tekung, dari penelusuran yang telah dilakukan, diduga korban sudah dibuntuti dari arah Jember. Kemudian menunggu jalan sepi untuk melakukan aksinya. Diduga ada tiga pelaku dalam aksi penjambretan ini.

Dua pelaku berboncengan menggunakan motor dan berada di depan korban saat kejadian. Kemungkinan tugasnya sebagai pemantau kondisi jalan. Sementara pelaku satunya mengendarai motor sendiri yang bertugas sebagai eksekutor.

Kapolsek Tekung, AKP Totok Sudarsono, S.Sos, M.Sc melalui Kanit Reskrim, Bripka Edi, menuturkan kasus sudah ditangani. Namun korban belum bisa dimintai keterangan, karena masih trauma.

“Masih dalam lidik. Penanganannya oleh Unit Reskrim Polsek Tekung dibackup Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang,” ucap Edi.

Ia menambahkan, korban diduga sudah dibuntuti oleh pelaku dari Kecamatan Jombang, Jember. “Karena korban ini kan bawa uang yang mau disetorkan ke bank,” ungkapnya saat dikonfirmasi Memo Timur. (fit/cho)