Habis Ujicoba UN, 8 Pelajar Pesta Miras Oplosan

Lumajang, Motim - Ada 8 pelajar ditangkap setelah kepergok pesta minuman keras (miras) oplosan. Mereka diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Pasar Argatama, Kamis (31/1). Kepada petugas, mereka mengaku sudah pulang sekolah setelah melaksanakan ujicoba Ujian Nasional (UN).
Delapan pelajar ditangkap Satpol PP
Delapan pelajar ditangkap Satpol PP
Delapan anak itu merupakan pelajar kelas XII dari salah satu Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) swasta. Selesai ujicoba UN, tidak langsung pulang. Mereka berencana untuk pesta miras di pasar yang berada di Jl. Gajah Mada Lumajang itu.

Untuk pesta miras itu, mereka iuran Rp 5 ribu per anak. Uang yang terkumpul dibelikan 3 botol alkohol 70 persen, 4 saset minuman energi, dan 2 botol air mineral 1,5 liter. Alkoholnya, dibeli di salah satu depot jamu.

Selesai beli, mereka menuju ke Pasar Argatama. Minuman dioplos dan ditenggak di sana. Petugas Satpol PP yang melakukan patroli rutin sekitar pukul 10.00 WIB, menemukan segerombolan anak itu. Ketika didatangi mereka kedapatan sedang asyik pesta miras oplosan itu.

Akhirnya petugas membawanya ke Kantor Satpol PP bersama dengan barangbukti tersebut. Mereka didata dan dilakukan pembinaan. Kepada petugas, salah satu dari mereka mengaku sudah sering membuat minuman oplosan tersebut. Belajar dari anak yang sudah tidak sekolah.

Mengetahui hal ini, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pun menemui para pelajar tersebut. Bupati memberikan pembinaan langsung kepada mereka. Agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Karena banyak dampak negatif yang didapat.

“Kasihan orangtua kalian, kerja keras untuk biaya sekolah kalian. Untuk uang saku kalian. Namun uangnya kalian buat beli ini, buat oplosan,” kata bupati.

Lanjutnya, banyak kriminalitas terjadi, yang disebabkan miras oplosan. Orang-orang yang menenggaknya tidak bisa mengendalikan diri dan berbuat sesuatu di luar akal sehat. “Jadi Saya minta jangan diulangi lagi,” tegasnya.

Guru dan orangtua pelajar ini juga dipanggil ke Kantor Satpol PP untuk ikut diberi pemahaman juga. Agar lebih memantau siswa dan anaknya. “Kata gurunya, memang anak-anak ini selesai ujicoba UN. Tapi tidak langsung pulang,” kata Kepala Satpol PP Lumajang, Drs. Basuni.

Setelah dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi, delapan pelajar ini kemudian dipulangkan pada sore hari. “Karena mereka juga anak-anak kelas XII, sebentar lagi akan melaksanakan ujian,” pungkasnya. (fit)