Jalan Khusus Tambang Dikerjakan, Target 1 Bulan Selesai

Lumajang, Motim - Jalan yang dikhususkan untuk angkutan tambang pasir sudah mulai dikerjakan, Selasa (8/1). Hal ini sesuai dengan keputusan bupati bersama para penambang dan pihak-pihak terkait lainnya. Targetnya, dalam sebulan jalan tersebut sudah selesai dikerjakan.
Pembangunan jalan khusus tambang
Pembangunan jalan khusus tambang
Diketahui jalan tersebut panjang mencapai sekitar 9 kilometer. Dari Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro menuju Desa Bago, Kecamatan Pasirian. Lebarnya 10 sampai 12 meter dengan ketebalan 1 meter.

“Jadi jalan kayak makadam tapi diperkeras menggunakan alat berat milik penambang pasir sendiri. Sehingga padat dan bisa digunakan untuk angkutan berat, angkutan pasir,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lumajang, Agus Widarto.

Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut dibangun swadaya oleh para pemilik tambang yang ada di Kecamatan Pasirian dan Candipuro. Ada 19 pemilik tambang yang mengerjakan jalan ini secara bersama-sama.

“Jadi kita memanfaatkan jalan inspeksi dari bantaran sungai yang ada di sekitar Candipuro dan Pasirian. Ada 19 penambang yang iuran sesuai dengan besaran tambang mereka,” jelasnya.

Pengerjaan jalan ini secara teknis diawasi oleh Dinas PUTR Lumajang, Dinas Pengairan SDA Jatim dan Proyek Semeru. Serta dibantu pengawasannya oleh Forkompimca Candipuro dan Pasirian, serta para kades di wilayah yang dilalui jalan tersebut.

Pembangunan jalan khusus tambang ini untuk mengatasi sejumlah persoalan sebelumnya. Warga menolak jalan desa dilalui angkutan tambang. Karena dinilai mengganggu dan membahayakan. Bahkan warga sempat melakukan penutupan jalan. (*/fit)