Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Ratusan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Lumajang mengikuti perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), Jumat (4/1). Perekaman dilakukan, agar para napi bisa memiliki identitas diri dan bisa memiliki hak suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Perekama E-KTP di Lapas
Perekama E-KTP di Lapas
“Ini salah satu program untuk mensukseskan Pemilu. Melakukan perekaman di semua lembaga atau institusi masyarakat. Swasta atau pemerintah,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang, Ahmad Taufik Hidayat.

Di dalam Lapas, ada 462 napi yang mengikuti perekaman. Tiga alat perekaman yang dimiliki Dispendukcapil dikerahkan semua. Sehingga dalam sehari, semua napi bisa melakukan proses perekaman.

Taufik menambahkan, banyaknya napi yang belum memiliki KTP, karena ada yang sebelumnya saat proses hukum diambil KTPnya. “Atau ada yang hilang. Sehingga dia tidak punya bukti diri apapun,” ucapnya pada Memo Timur.

Saat perekaman, nampak para napi ini dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Semuanya mau mengantre untuk melakukan perekaman. “Iya mereka antusias, karena butuh juga identitas diri,” jelasnya.

Untuk hasil perekaman, paling lambat 2 hari setelahnya KTP sudah tercetak. Karena melihat ketersediaan blangko dan juga koneksi dengan pusat. “Kalau belangko ada kita terbitkan saat itu juga. Kalau tidak, keesokan harinya. Maksimal 2 hari,” ujarnya.

Selain, di Lapas, Dispendukcapil juga kerap melakukan perekaman di sekolah-sekolah. Karena banyak juga pelajar yang baru berusia 17 tahun. “Mereka kan juga pemilih pemula. Maka kita lakukan perekaman juga,” tegasnya.

Saat ini, Taufik menyebut ada sekitar 70 ribu warga Lumajang yang masih belum melakukan perekaman E-KTP. Atau sekitar 6 persen dari jumlah yang ada. Alasan diantaranya, ada yang tinggal di luar kota atau di luar negeri. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: