Kera Teror Warga, Dua Pekan Ada 4 Balita Tergigit

Lumajang, Motim - Kawanan kera Gunung Lemongan meneror warga pemukiman di sekitar Kecamatan Klakah. Dalam dua pekan terakhir, setidaknya ada 4 balita yang menjadi korban. Mereka mengalami luka gigitan dan ada yang harus dilarikan ke rumah sakit.
Balita yang jadi korban gigitan kera
Balita yang jadi korban gigitan kera
Salah satu korbannya, adalah Salsabilah yang masih berusia 19 bulan yang tinggal di Desa Tegal Randu. Ia Nampak terbaring lemah di rumahnya, Sabtu (12/1). Ia mengalami luka gigitan di paha kaki kanannya.

Sang Nenek, Supriyati menceritakan kejadian itu bermula saat Salsabilah bersamanya di toko. Ia tak menyangka tiba-tiba ada seekor kera liar berukuran besar datang dan menyerang keduanya. Supriyati sudah berusaha untuk mengusir, namun kera itu melompat ke cucunya dan menggigitnya.

“Awalnya mungkin kera itu dari got. Baru sekarang ini ada kera,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, Salsabilah pun segera dibawa ke puskesmas setempat dan rumah sakit. Namun dari 4 rumah sakit yang didatangi, tak satupun yang sanggup untuk menanganinya. Alasannya, karena tidak ada vaksin kera di rumah sakit tersebut. Sehingga anak tersebut hanya diobati secara tradisional oleh kelurga.

Adanan, tokoh masyarakat setempat menceritakan, selain Salsabilah ada 3 balita lainnya yang sudah menjadi korban sebelumnya dalam dua pekan terakhir. Yakni Sadan berusia 25 bulan, Muhammad Iqbal 21 bulan, dan Arjuna 16 bulan.

“Di Desa Tegalrandu ini masyarakat resah dengan adanya kera menyerang warga,” katanya.

Lanjutnya, warga pun kerap melakukan pencarian terhadap kera yang sudah menyerang balita tersebut. Sempat juga dibantu oleh pihak kepolisian. “Kita berharap pihak pemerintah melalui Balai Konservasi Sumberdaya Alam bersama aparat segera menangkap komplotan kera liar itu,” pungkasnya. (fit)