Lagi, Baznas Lumajang jadi Tujuan Studi Banding

Lumajang, Motim - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang kembali kedatangan tamu untuk melakukan studi banding. Kali ini Baznas Pamekasan yang jauh-jauh datang untuk belajar pengelolaan zakat. Karena Lumajang dinilai sebagai salah satu Baznas yang berhasil di Jawa Timur.
Bazanas Lumajang dan Pamekasan
Bazanas Lumajang dan Pamekasan
Rombongan Baznas Pamekasan itu tiba di Kantor Baznas Lumajang, Senin (21/1). Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Sanusi yang langsung menemui mereka. Sekaligus memimpin pertemuan itu, untuk berbagi ilmu dan pengalamaman dalam pengelolaan zakat.

Alasan Baznas Pamekasan memilih Lumajang, juga kerena saran dari Baznas Jawa Timur. “Lumajang sudah dinilai berhasil dalam pengelolaan dan pengumpulan zakat, infaq, serta sodaqoh,” kata Atok Sanusi pada Memo Timur.

Seperti diketahui, beberapa tahun belakangan ini, Lumajang berhasil mengumpulkan zakat dengan nilai cukup besar. Pada tahun kemarin, zakat yang terkumpul mencapai Rp 4,7 miliar. Sedangkan pendapatan Pamekasan tidak sebesar itu. Tidak sampai menyentuh angka Rp 1 miliar.

“Pamekasan itu masih Rp 700 juta per tahun. Tapi memang Pamekasan masih baru terbentuk,” katanya.

H. Atok juga menjelaskan, kunci sukses Baznas Lumajang tidak terlepas adanya sinergitas dengan pihak terkait lainnya. “Kita sampaikan, bahwa keberhasilan Lumajang karena ada sinergi dengan Pemkab dalam hal ini bupati, wakil bupati, dan jajarannya. Kemudian dengan Kemenag juga,” terang dia.

Dalam kesempatan itu, disampaikan juga mengenai program-program yang dimiliki Baznas Lumajang. Salah satunya adalah Program Ekonomi Produktif. “Itu model kami dalam rangka memberdayakan masyarakat supaya produktif dan mandiri,” tegasnya.

Sebelum ini, sudah banyak daerah yang juga belajar pada Baznas Lumajang. Diantaranya Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, Gresik, Sidoarjo, dan Situbondo. Bahkan dari luar Jatim juga pernah datang. Yakni dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. (fit)