Lahan Pertanian di Dekat Pantai Tegalbanteng Terdampak Abrasi

Lumajang, Motim - Abrasi yang terjadi di Pantai Tegalbanteng Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari berdampak pada lahan pertanian milik warga. Diketahui, abrasi yang terjadi beberapa waktu lalu ini, membuat lahan pertanian mengalami kerusakan.
Kondisi Pantai Tegalbanteng setelah abrasi
Kondisi Pantai Tegalbanteng setelah abrasi
Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, diperkirakan sekitar 100 hektare lahan pertanian yang terdampak abrasi. Diketahui, banyak jenis tanaman di atas lahan tersebut.

“Ada semangka, pisang, dan sayuran. Ada yang rusak, ada yang tidak,” kata Sekretaris BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, pada wartawan, Senin (21/1).

Sementara untuk penanganan abrasi tersebut, pihaknya masih menunggu respon dari Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Laporan sudah disampaikan pada bupati, untuk penanganan darurat di kawasan tersebut.

“Untuk penanganan darurat kita, rencananya akan kita pasangi bronjong di sana,” ucapnya.

Saat ini, pihaknya hanya memasang garis BPBD di sana sebagai tanda bahaya bagi warga yang mendekat ke pantai itu. Sebelumnya pihak kepolisian juga meninjau ke sana dan memasang garis polisi.

Selain di Pantai Tegalbanteng, sebelumnya Pantai Bulurejo lebih dulu diterjang abrasi. Bahkan kondisinya semakin parah. Tersisa hanya beberapa meter saja dengan warung-warung yang ada di sana.

Wawan menambahkan, kawasan Tempursari memang rawan abrasi. Namun untuk nelayan tetap dibolehkan melaut, asalkan cuaca dalam keadaan normal. “Kalau anginnya kencang, jangan melaut dulu,” pungkasnya. (fit)