Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Lahar dingin mengancam para penambang pasir di awal tahun ini. Pasalnya hujan deras diprediksi masih mengguyur Lumajang, sehingga lahar dingin dimungkinkan terjadi. Untuk itu para penambang pasir dihimbau lebih waspada.

Daera Aliran Sungai (DAS) Semeru
Daera Aliran Sungai (DAS) Semeru
Dari pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, ada 3 Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru yang rawan diterjang lahar dingin. Diantaranya DAS Rejali, Curah Kobokan, dan Glidik.

“Ada aktifitas tambang pasir juga disitu. Bisa mengancam para penambang,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo pada Memo Timur, Kamis (10/1).

Pihaknya sudah sering mengingatkan para penambang agar senantiasa waspada ketika bekerja. Utamanya saat cuaca tidak memungkinkan, mereka diminta untuk segera meninggalkan lokasi tambang. Demi keamanan mereka sendiri.

“Kalau mendung para penambang harus geser dulu, jangan nambang. Kalau tetap nambang resiko mengancam,” tegas Wawan.

Lanjutnya, sesuai ramalam yang dirilis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), hujan intensitas tinggi akan terjadi di wilayah Lumajang hingga akhir Januari. Bukan hanya lahar dingin, juga berpotensi terjadi bencana lainnya.

“Juga berpotensi longsor, pohon tumbang, dan banjir,” ucapnya.

Sebagai bentuk antisipasi dari BPBD, sudah ada relawan yang bersiaga di titik rawan bencana. Mereka selalu melaporkan kondisi dan situasi. “Seperti di kawasan Piket Nol dan Ranu Pane,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: