Masyarakat Tidak Butuh Sayembara Tangkap Maling Sapi

Lumajang, Motim - Sejak setahun terakhir ini, Kabupaten Lumajang bagian utara dikenal marak pencurian sapi, utamanya di wilayah kecamatan Randuagung, Klakah dan Ranuyoso.
Salah satu sapi yang dicuri maling ditemukan
Salah satu sapi yang dicuri maling ditemukan
Kondisi itu tidak membuat masyarakat di tiga kecamatan tersebut berkecil hati, malahan tetap semangat untuk memelihara sapi. Meski setiap malam harus tidur di dalam kandang sapi sekaligus untuk menjaga sapi peliharaannya agar tidak dicuri maling.

Bunadin, warga Desa Gedang Mas, Kecamatan Randuagung kepada Memo Timur menuturkan, memelihara sapi bagi masyarakat pedesaan seperti dirinya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Karena sapi itu merupakan harta simpanan atau tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Sejak dirinya memelihara sapi setahun yang lalu, dirinya jarang tidur di dalam rumahnya. Sebab, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, dirinya berkumpul bersama warga yang sama-sama memelihara sapi sambil ronda dari satu kandang ke kandang yang lain.

Setelah azdan subuh berkumandang, dirinya bersama warga bubar kembali ke kandangnya masing-masing langsung tidur. Hal seperti ini sudah dilakukan sejak memelihara sapi. Alhamdulillah berkat kekompakan itu, beberapa kali percobaan pencurian sapi di lingkungannya berhasil digagalkan.

“Memelihara sapi sangat berat. Kurang tidur karena menjaga sapi semalam suntuk, jika mau tidur, kebanyakan tidur di dalam kandang sapi,” ucapnya.

Bunadin berharap agar kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah juga aparat kepolisian agar ada solusi untuk mencegah terjadinya pencurian sapi yang belakangan ini semakin berani saja.

“Kalau polisi serius menangani soal pencurian sapi yang belakangan ini marak, saya yakin komplotan maling sapi termasuk gembongnya pasti tertangkap,” katanya.

Kusnadi, warga Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung menambahkan, pencurian sapi belakangan ini marak. “Ini bukti nyata kalau polisi di ece-ece komplotan malingsapi,” ungkap Kusnadi.

Kusnadi berharap kondisi ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun aparat kepolisian, agar kedepan masyarakat tidur nyenyak dan aman tanpa dihantui maling sapi.

“Kami bersama masyarakat gak butuh sayembara. Kami butuh desa aman dan bebas dari maling sapi. Pak Bupati dan Pak Kapolres ayo carikan solusi atasi maling sapi,” pungkas Kusnadi.(cho)