Misteri Kematian Idayati Torehkan Luka bagi Anak dan Keluarganya

Lumajang, Motim - Kematian Idayati menjadikan luka dalam bagi anak dan keluarganya. Idayati (42), warga jalan dr. Soetomo, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang, ditemukan tewas di pantai Paseban Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Senin (21/1) sekira pukul 14.00 WIB, dalam kondisi setengah telanjang.
Kakak Ipar korban saat dikonfirmasi di rumahnya
Kakak Ipar korban saat dikonfirmasi di rumahnya
Gombloh Umbaran, kakak ipar korban saat ditemui Memo Timur di rumahnya, Selasa (22/1), sekira pukul 11.00 WIB menuturkan, korban sudah lama bercerai dengan suaminya dan memilih hidup bersama ketiga orang anaknya. Anak pertamanya perempuan bernama Citra (15), saat ini duduk di bangku kelas IX SMP Negeri 2 Lumajang.

Anak keduanya laki-laki bernama Okta (9) saat ini duduk di bangku kelas 3 SD Negeri Tompokersan 2 dan anak ketiga juga laki-laki bernama Dimas (8) duduk di bangku kelas 2 juga di SD Negeri Tompokersan 2. Sejak bercerai, korban menjadi tulang punggung dalam keluarganya.

Untuk menghidupi dan menyekolahkan ketiga anaknya, korban membuka usaha warung nasi di jalan Gubernur Suryo alias Embong Kembar. Namun, sejak sepekan terakhir ini, warung milik korban sering tutup dikarenakan sepi.

Terkadang korban berjualan di acara bursa mobil dan berpindah-pindah tempat. Sejak bercerai, korban sebagai tulang punggung terus bekerja keras, semata mencari rejeki untuk menghidupi ketiga buah hatinya. Selama hidupnya korban, tidak pernah bermasalah baik dalam keluarga maupun di lingkungan.

“Misalkan punya masalah, korban tidak mau bercerita atau curhat sama keluarga. Curhatnya hanya pada Evil, teman akrabnya itu saja,” kata Gombloh Umbaran mewakili keluarga besarnya.

Pada Sabtu (19/1) sore, korban sedang berada di rumahnya bersama anak-anaknya dan kala itu mendapat telepon dari seseorang dan cukup lama mengobrol dalam telepon itu. Tak lama kemudian sekitar pukul 20.00 WIB, korban keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna pink Nopol N 4888 ZY miliknya.

“Setiap keluar rumah, korban jarang pamit. Tapi, selalu pulang meski larut malam,” tuturnya.

Karena tak biasanya hingga larut malam korban tak juga pulang, khawatir terjadi sesuatu pada diri korban, dirinya mewakili keluarga besarnya berusaha menghubungi telepon milik korban hingga beberapa kali. Tapi, tetap tidak aktif.

Hal itu membuat dirinya bersama keluarga semakin bingung dan panik, lalu mendatangi salah satu teman akrab korban bernama Evil juga warga kota Lumajang, berharap bisa memberikan informasi akan keberadaan korban. Setelah bertemu, Evil mengaku tidak tahu kemana korban pergi. ”Evil sempat menelepon adik ipar ini, tapi juga sama HP nya tidak aktif,” ujarnya.

Upaya mencari korban tidak berhenti sampai disitu, sejumlah teman korban yang lain juga didatangi untuk menanyakan keberadaan korban. Namun, tak satupun teman-temannya itu yang mengetahui keberadaan korban.

Pada Senin (21/1) sekira pukul 18.00 WIB, saat dirinya bersama keluarga besarnya bingung, tiba-tiba salah satu anggota Polres Lumajang menyampaikan informasi apabila korban ditemukan meninggal dunia di pantai Paseban dan sudah berada di Puskesmas Kencong.
Mendengar kabar itu, dirinya bersama keluarga langsung berangkat menuju Puskemas Kencong guna memastikan kebenarannya. Setiba di sana, dirinya terus melihat kondisi mayat dimaksud dan memeriksa ciri-ciri yang ada pada tubuhnya, ternyata benar mayat itu adalah Idayati. “Saya bersama keluarga shok melihatnya Mas,” ungkapnya.

Sejumlah barang milik korban seperti sepeda motor Yamaha Mio, HP dan perhiasan emas yang dikenakannya seperti sebuah kalung lengkap dengan liontinya berbentuk huruf P, sebuah gelang dan sebuah cincin belum diketahui keberadaannya.

“Kasus kematian adik ipar ini, kami serahkan sepenuhnya kepada Polres Jember. Berharap untuk segera diungkap. Misalkan adik ipar ini dibunuh, pelakunya ya harus segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum berlaku,” pungkas Gombloh Umbaran.(cho)