Ngaku Sekali Mencuri, Kedua Pelaku Nyaris jadi Samsak Hidup

Lumajang, Motim - Diteriaki maling, dua pencuri sepeda motor lari meninggalkan sepeda motor curiannya. Dasar lagi apes, tak lama kemudian maling motor tersebut berhasil ditangkap oleh warga bersama petugas dari Polsek Pronojiwo.
maling sepeda motor
Maling sepeda motor
Bahkan nyaris menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung petugas langsung membawanya ke Polsek Pronojiwo, sehingga terlepas dari amukan warga.

Dua maling motor itu adalah Slamet (30) dan Hendrik Cahyono (29), keduanya warga Dusun Argosuko, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Dalam penangkapan itu, dua unit sepeda motor diamankan untuk dijadikan sebagai barang bukti diantaranya 1 unit sepeda motor Honda Supra 125 Nopol N 3261 ZG milik Sabeg Anto warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. 1 unit sepeda motor lagi merk Honda Grand tanpa Nopol milik pelaku.

“Sepeda motor Honda Grand ini alat transportasi waktu melakukan kejahatan ini Mas,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Pronojiwo, Bripka Purnomo kepada Memo Timur, Kamis (10/1).

Pada Selasa (8/1) sore, kedua pelaku mengendarai sepeda Honda Grand ke arah Lumajang untuk mencari sasaran. Sekira pukul 18.30 WIB, saat melintas di depan rumah korban, pelaku melihat ada sepeda motor Honda Supra 125 sedang diparkir di terasnya.

Melihat tidak ada orang, salah satu pelaku langsung mengambil sepeda motor tersebut lalu menuntunnya ke jalan. Saat mau kabur dengan motor yang dicurinya diketahui korban lalu diteriaki maling.

Warga berdatangan ke rumah korban. Kondisi itu membuat pelaku panik terus meninggalkan sepeda motor curiannya lalu kabur menaiki sepeda Grand tersebut. Usai mendengar cerita korban, warga langsung melakukan pengejaran.

Melihat warga terus melakukan pengejaran, pelaku ketakutan kemudian meninggalkan sepeda motor yang dinaikinya lalu kabur ke kebun salak milik warga. Berkat kekompakan warga bersama petugas, sekira pukul 22.30 WIB, kedua pelaku berhasil ditangkap.

Saat diinterogasi, keduanya mengakui perbuatannya. Alasannya, kepepet untuk biaya hidup. Perbuatan kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP ancaman pidana hukuman penjara maksimal 7 tahun.

“Maaf baru ngabari, karena masih dikembangkan. Sementara yang diakui hanya 1 lokasi ini saja,” pungkas Purnomo.(cho)