Oknum Kepala Dinas Diduga Berulangkali Pukuli Sopirnya

Lumajang, Motim - Ada salah satu ulah oknum kepala dinas di Pemerintahan Kabupaten Lumajang yang tak patut dilakukan pada bawahannya. Kepala dinas eselon 2 itu, diduga sudah berulangkali memukuli sopirnya.
Bupati dan wakil bupati
Bupati dan wakil bupati
Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga Ia nekat melakukan tindakan kekerasan tersebut. Sopir itu pun akhirnya melayangkan pengaduan pada Bupati dan Wakil Bupati Lumajuang, Thoriqul Haq–Indah Amperawati. Karena sudah tidak tahan dengan apa yang dialaminya.

“Ada pengaduan beberapa hari yang lalu, ditunjukkan pada bupati dan Saya terkait perlakuan seorang kepala dinas eselon 2 yang sering malakukan kekerasan. Sering berarti tidak satu kali,” kata Wabup Indah pada wartawan, Senin (7/1).

Namun Ia enggan menyebut siapa kepala dinas yang dimaksud. Tetapi saat ini kasus kekerasan ini sudah ditangani dan diproses. Termasuk untuk mengetahui sejauh mana aksi kekerasan yang bisa mencoreng pemerintahan itu.

“Saya tidak tahu memukulnya itu batasannya bagaimana, tetapi apapun itu tidak pantas dilakukan oleh pejabat eselon 2. Walaupun tidak berbekas, itu karakter dan emosional yang tidak boleh dimiliki pejabat setingkat eselon 2 atau yang lain,” tegasnya usai pelantikan Pj Sekda di Gedung Panti PKK.

Ia berjanji akan secepatnya menyelesaikan kasus ini. Karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh Pemkab Lumajang untuk menyelesaikannya. Sampai nanti ada keputusan yang diambil.

“Tidak lama dan segera. Pemeriksaan juga tidak lama. Ini tidak butuh hal yang rumit,” kata Indah.

Jika nantinya kepala dinas yang dimaksud terbukti bersalah sesuai dengan pengaduan, tentunya ada sanksi berat yang sudah menunggu. Karena jelas melanggar dan tidak sesuai dengan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seharusnya.

“Sanksinya berat, ini berkaitan dengan karakter,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan sudah dilakukan oleh Inspektorat Lumajang. Kepala dinas yang dimaksud, diketahui berinisial AM. Sedangkan sopirnya yang menjadi korban berinisial AH yang merupakan tenaga kontrak. (fit)