Pemangkasan Pohon, Antisipasi Tumbang di Cuaca Ekstrem

Lumajang, Motim - Cuaca ekstrem masih mengancam wilayah Lumajang akhir-akhir ini. Salah satu dampaknya adalah pohon tumbang yang terjadi di beberapa titik. Untuk itu antisipasi terus dilakukan. Yakni dengan cara melakukan pemangkasan ranting pohon. Utamanya di kawasan kota.
Petugas melakukan pemangkasan ranting pohon
Petugas melakukan pemangkasan ranting pohon
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang sudah melakukan pemangkasan di sejumlah titik. Seperti di Jl. Kyai Ghozali, Jl. Kyai Ilyas, Jl. Wahid Hasyim, seputaran Alun-Alun, Desa Karangbendo, dan Desa Kabuaran.

“Paling banyak di perkotaan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Lumajang, Yuli Haris pada Memo Timur, Kamis (24/1).

Ia menambahkan, bahkan sebelum musim hujan antisipasi sudah dilakukan oleh pihaknya. DLH juga melakukan survei, untuk mengetahui pohon yang sehat dan yang butuh penanganan. Kemudian penanganan dilakukan secara terjadwal karena keterbatasan petugas.

“Rutin kita lakukan. Tapi karena hanya ada satu tim, maka harus dilakukan secara terjadwal,” ungkapnya.

Kendaraan untuk membantu pemangkasan pohon yang tinggi juga terbatas. Truk skylift yang dapat menjangkau ketinggian 14 meter saat ini kondisinya sering trobel. Sehingga harus mengunakan truk skylift cadangan, dengan jangkauan ketinggian 9 meter. Itu pun harus bergantian dengan yang lain.

“Karena selain untuk pohon, juga untuk perbaikan lampu di jembatan pelangi dan lampu tugu,” ungkap Yuli.

Selain melakukan pemangkasan ranting, DLH juga harus melakukan pemotongan pada pohon yang dinilai sudah tua atau lapuk. “Untuk pohon yang tua tentu akan kita lakukan pemotongan. Yang sehat akan tetap dilestarikan. Karena fungsi pohon sangat bermanfaat bagi kehidupan,” jelasnya.

Ia menyebut ada sejumlah pohon di Lumajang yang usianya sudah tua. Namun tidak banyak. “Sebagian besar masih sehat. Yang mengalami kropos, lapuk, tua, sebagian kecil. Yang rawan tumbang paling banyak karena sengaja dibakar,” ungkapnya.

Jadi dia menghimbau, kepada warga masyarakat agar tidak membakar sampah di bawah pohon. Seperti pohon tumbang di Jl. Sultan Agung beberapa waktu lalu. Kondisi batang pohon bagian bawah nampak bekas bakaran.

Di Lumajang sendiri, ada 12 ribu lebih batang pohon di bawah wewenang Pemkab melalui DLH. Dari jumlah tersebut, ada 6 ribuan pohon yang berada di kawasan perkotaan.

Sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyampaikan, sesuai prediksi Badan Meterologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk masih mengancam kawasan Lumajang sampai Februari 2019. (fit)