Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Penangkapan salah satu pelaku kasus narkoba berinisial CAB warga Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, oleh Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Lumajang, beberapa waktu lalu diduga ada yang tidak beres alias menyalahi aturan.

Kuasa hukum CAB Sudharman, SH, MH
Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum CAB Sudharman, SH, MH kepada Memo Timur beberapa waktu yang lalu. Ia juga mengatakan apabila dirinya menemukan sejumlah keganjilan dalam proses penangkapan terhadap CAB itu.

Atas beberapa temuan itu, Ia mengaku sudah melayangkan surat pengaduan ke Propam Polri, bermaksud agar turun tangan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dalam kasus yang menimpa kliennya ini.

“Kami melihat ada penyimpangan hukum yang dilakukan penyidik Sat Reskoba, atas penangkapan dan penahanan CAB. Klien kami ini dijebak, klien kami ini bukan pelaku, baik pengedar atau pengguna. Dan tidak ada fakta yang menunjukkan kesana,” katanya.

Sudharman menyebut, CAB hanya dimintai tolong oleh temannya bernama Rian untuk mengambil barang miliknya dan CAB menyanggupi karena alasan teman dekat. Teman sejak kecil dan teman sekolah. “Maka dia tidak keberatan,” ucapnya.

Pada sore hari, Rian menelpon CAB untuk mengambil barang tersebut. Namun karena masih ada undangan kenduri, CAB tidak bisa langsung mengambil barang temannya saat itu juga. Tak berselang lama ada pesan masuk ke Handphone CAB dari nomor lain, yang menunjukkan letak barang tersebut untuk diambil.

Setelah selesai kenduri pun, CAB langsung pergi mengambil barang itu sesuai dengan petunjuk di pesan singkat tersebut. “Barang di dalam bungkus rokok. Terus diambil olehnya. Saya menduga ada rekayasa di sini. SMS kedua itu bukan Rian, kami menduga penyidik atau polisi. Karena ketika klien saya mengambil barang tersebut kemudian ditangkap polisi,” ujar Shudarman.

Kejanggalan lainnya, saat CAB ditangkap dan ditahan, Rian masih belum ikut ditahan. Keterangan dari polisi, Rian melarikan diri. Namun versi keluarga Rian, yang bersangkutan sudah ditangkap polisi dan dites urine.

“Dengan fakta tersebut, Saya kok tidak yakin. Rian itu adalah petani, bisa lari saat sudah ditangkap polisi. Rian juga memiliki keterbatasan di kakinya. Kami duga disembunyikan. Kami mempersoalkan tentang ketidak profesionalisme penyidik dalam menangani ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, surat penangkapan CAB juga baru diterima 3 hari setelah penangkapan. “Ini melanggar HAM ada ketidaksamaan. Jika CAB ditangkap, Rian juga harus ditangkap. Harus ada rasionalitasnya,” tegas dia.

Atas banyaknya penyimpangan ini, dirinya telah membuat surat pengaduan ke Propam Polri tertanggal 7 Desember 2018 berharap ada tindak lanjut. “Kami juga mengadukan hal ini ke Wasisidik Bareskrim Polri tertanggal 11 Desember 2018 minta buka gelar perkara untuk membuktikan kebenaran ini,” jelasnya.

Diketahui pada Sabtu (3/11), sekira pukul 19.00 WIB, CAB ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang di sekitar jalan raya Desa Supiturang piket nol, karena kedapatan membawa 2 poket sabu, masing-masing seberat 0,38 gram dan 0,34 gram. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: