Persigo Semeru FC Bertahan di Lumajang Musim Depan

Lumajang, Motim - Ketidakpastian Persigo Semeru FC bertahan atau tidak di Lumajang akhirnya terjawab sudah. Tim berjuluk The Lava akan tetap bermarkas di Lumajang untuk musim depan. Sebelumnya, isu yang muncul tim kebanggaan masyarakat Lumajang ini akan dikembalikan ke Gorontalo.
Ulangtahun Semeru FC ke-2
Ulang tahun Semeru FC ke-2
Kepastian ini muncul setelah CEO Semeru FC, Thoriq Alkatiri yang menegaskan sendiri perihal tersebut. “Semeru FC tetap di Lumajang,” katanya di hadapan Semeru Mania di Semeru Cafe dan Store, Selasa (22/1) malam. Ulangtahun Semeru FC ke-2 pun juga dirayakan malam itu.

Thoriq menegaskan, secara regulasi memang Semeru FC harus turun kasta ke Liga 3 musim depan. Meksipun tidak menutup kemungkinan ada regulasi baru nantinya. Karena saat ini di tubuh PSSI masih ada pembenahan, dampak terkuaknya mafia sepakbola.

“Target kita, kita bisa kembali ke Liga 2 lagi. Dengan materi pemain yang lebih fresh. Biar resiko terkontaminasinya kecil,” ujarnya.

Soal materi pemain dari Lumajang atau luar daerah, itu tidak ada perbedaan nantinya. Pemain yang layak masuk skuad yang akan direkrut. “Jadi bukan bicara asalnya dari mana, tapi kita lihat keseriusannya untuk klub,” katanya.

Menanggapai kegagalan di musim lalu, Ia sudah mengambil banyak pelajaran. “Semua berjalan natural. Alami saja. Tidak ada yang juara jika tidak ada yang gagal. Tidak boleh ditakuti. Usia (Semeru FC) masih muda, dua tahun,” jelasnya.

Memang tidak bisa dipungkiri kegagalan Semeru FC juga tidak lepas adanya permainan mafia bola yang menggila musim kemarin. Bahkan Thoriq sampai harus berkeliling di pejuru Indonesia untuk memastikan banyaknya kecurangan itu.

“Di sisa 7 pertandingan musim lalu, Saya ingin tahu,” terangnya. Sehingga ketika semua lingkaran mafia bola terkuak sampai dibawa ke ranah hukum, Ia mengaku tidak kaget. Sudah tahu semuanya.

Ia sendiri ingin Semeru FC tetap menjadi klub yang profesional. Karena hal ini sesuai dengan visi dan misinya dalam menggeluti dunia sepakbola. “Mulai awal saya membina sepakbola harus ada profesionalisme,” tegas dia.

Ia juga meminta kepada masyarakat Lumajang, khususnya pada Semeru Mania agar terus memberikan dukungan. Bukan justru menurunkan mental pemain. “Harus ada suport, termasuk dari Pemkab. Tetapi bukan uang, karena tidak boleh. Tetapi misalnya membantu fasilitas stadion boleh,” pungkasnya.

Kabar kepastian Semeru FC bertahan di Lumajang pun langsung direspon positif oleh suporter. Karena ini merupakan harapan mereka. “Kita semua berharap Semeru FC bertahan di Lumajang,” kata Ketua Semeru Mania, Giri Cemeng.

Di kesempatan yang sama, Manajer Semeru FC, Mikko Agus Pribadi menyampaikan permohonan maaf. Karena dialah orang pertama yang harus bertanggungjawab atas kondisi Semeru FC.

“Tahun pertama kita bagus, bahkan nyaris masuk 8 besar. Namun di tahun berikutnya ada banyak hal di luar dugaan,” katanya.

Padahal menurutnya Semeru FC sudah melakukan persiapan yang cukup panjang untuk menyongsong musim lalu. “Namun karena ada hal di luar nalar, akhirnya kita harus tergredasi ke Liga 3,” pungkasnya. (fit)