Pj Sekda Sebut Ada Ribuan Pelanggaran Presensi Si Perlu

Lumajang, Motim - Pejabat Sekretaris Daerah, Agus Triyono menyebut, banyak pelanggaran yang ditemukan dalam penggunaan aplikasi Si Perlu (Sistem Informasi Presensi Lumajang). Tercatat ada ribuan pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang.
Pejabat Sekretaris Daerah Agus Triono
Pejabat Sekretaris Daerah Agus Triono
Berdasarkan laporan database aplikasi presensi berbasis Andorid itu, sudah ada 1.333 pelanggaran dalam kurun waktu 2-11 Januari 2019. Pelanggaran itu dilakukan ASN di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD.

“Aplikasi kita bisa mendeteksi, ketika ada penyalahgunaan oleh ASN,” ujarnya saat memimpin apel pagi, di halaman Kantor Bupati Lumajang, Rabu (23/1).

Ia mengungkapkan, jenis pelanggaran yang dilakukan dalam presensi itu diantaranya, satu perangkat dipergunakan untuk lebih dari satu orang. Ada juga, saat presensi berada di luar titik koordinat. Pelanggaran itu bisa terdeteksi.

Lanjutnya, saat ini aplikasi Si Perlu juga masih dalam proses penyempurnaan. Ada sejumlah fitur yang akan ditambahkan. Termasuk dalam melakukan presensi nantinya, akan menggunakan deteksi wajah.

“ASN wajib mengupload wajah masing-masing. Aplikasi tersebut bisa mendeteksi titik koordinat posisinya,” ujar Agus Triyono. Ia juga ingin kedepannya, trend pelanggaran dari ASN bisa semakin menurun. (fit)