Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kantor Pos Lumajang tidak luput menjadi sasaran pengiriman Tabloid Indonesia Barokah. Tabloid yang diduga sebagai alat kampanye hitam. Ratusan paket itu diterima akhir pekan lalu. Sesuai keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tabloid itu ditahan dulu. Tidak boleh dikirim ke alamat yang dituju.

Kantor Pos menerima ratusan paket tabloid Indonesia Barokah
Kantor Pos menerima ratusan paket tabloid Indonesia Barokah
Namun siapa pengirim tabloid itu tidak diketahui secara jelas. Masih misterius, sama seperti di daerah lainnya. Paket berisi tabloid tersebut paling banyak dengan alamat tujuan lembaga sekolah dan pondok pesantren di Lumajang.

Divisi Hukum Bawaslu Lumajang, Amin Sobari bersama komisioner lainnya saat mengetahui hal itu, segera menuju ke Kantor Pos. “Gak jelas kiriman dari siapa. Sekitar 600 paket. Gak ada nama pengirimnya,” katanya pada Memo Timur, Senin (28/1).

Sesuai instruksi dari Bawaslu Pusat, tabloid tersebut harus ditahan dulu. Masih menunggu keputusan selanjutnya. Karena diketahui banyak berita tidak berimbang di dalamnya. Berita yang merugikan salah satu pihak pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Ditahan di sana (Kantor Pos), sambil menunggu kepastian hukum. Se-Indonesia dikirimi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, memang Kantor Pos memiliki kewajiban untuk mengantar paket kepada penerima sesuai dengan alamat yang tertera. Tetapi karena diduga ada pelanggaran, maka ditahan dulu. “Kalau nanti gak ada masalah jadi bisa disebar,” terangnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: