Rawan Diserang Hama, Minim Lahan Padi yang Diasuransikan

Lumajang, Motim - Dinas Pertanian Lumajang mencatat, sejauh ini masih sedikit lahan padi yang diasuransikan oleh para petani. Padahal diketahui, ancaman gagal panen masih membayangi petani. Di saat cuaca buruk seperti saat ini. Padi rawan diserang hama dan bencana bisa kapan saja terjadi.
Lahan pertanian di Lumajang
Lahan pertanian di Lumajang
Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, ada ribuan hektare lahan padi yang gagal panen di Lumajang. Ada yang terserang hama dan ada pula karena terendam banjir. Seperti di Kecamatan Tempursari, Candipuro, dam Rowokangkung.

Pada 2018, Dinas Pertanian mendata baru ada 5.407 hektare lahan padi yang diasuransikan pemiliknya dalam program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). Sedangkan total luas lahan pertnaian di Lumajang mencapai 36 ribu hektare.

Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Imam Suryadi menyebut ada 259 petani yang sudah merasakan manfaat mengikuti asuransi dari Jasindo itu. Lahan padi mereka gagal panen dan mendapat ganti ruginya.

“Tahun kemarin ada 102 hektare lahan padi yang gagal panen milik 259 petani. Mereka sudah melakukan klaim. Total klaim mencapai Rp 615 juta. Ada yang karena banjir dan diserang hama” katanya pada Memo Timur.

Imam Suryadi menyebut, untuk mengikuti asuransi tersebut, sebenarnya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal. Karena pemilik lahan hanya perlu membayar Rp 36 ribu per hektare per musim tanam. “Ganti ruginya, dapat Rp 6 juta,” ungkapnya.

Lanjutnya, kesadaran para petani di Lumajang untuk ikut asuransi ini memang masih rendah. Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi. Utamanya langsung kepada kelompok tani yang sudah banyak terbentuk di semua desa.

Selain itu, untuk meminimalisir kerusakan tanaman padi, pihaknya juga akan menyediakan barikade mobil khusus. Untuk menangani hama penyakit yang menyarang lahan milik petani. “Jadi untuk mempercepat proses penanganan,” pungkasnya. (fit)