Salah Paham, Kedua Pelaku Carok Tetap Diproses Hukum

Lumajang, Motim - Kasus carok antara Solikin alias Topeng (40), warga Dusun Kedung Pakis, Desa/Kecamatan Pasirian dengan Mahfud (30), warga Dusun Krajan, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan yang sama, tetap akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolres Lumajang saat menjenguk Mahfud dan Solikin di RSUD dr. Haryoto
Kapolres Lumajang saat menjenguk Mahfud dan Solikin di RSUD dr. Haryoto
Keterangan ini disampaikan oleh Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, S.IK, MH, MM kepada sejumlah media usai menjenguk kedua korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang, Minggu (6/1), sekira pukul 14.30 WIB.

Saat ditemui, Mahfud menuturkan, malam itu dirinya datang ke rumah janda Suhartatik itu tak lain untuk mengembalikan sepeda motor yang dipinjamnya. Di sana, dirinya bertemu dengan Solikin alias Topeng dan terjadi salah faham Solikin menuduh dirinya punya hubungan dengan Suhartatik dan terlibat cekcok mulut berakhir duel.

“Kata Mahfud dirinya punya istri. Dirinya juga tidak ada hubungan apa-apa dengan Suhartatik,” ucapnya.

Secara terpisah kata Kapolres Lumajang, Solikin saat ditemui mengaku emosi dan cemburu saat bertemu Mahfud di rumah Suhartatik. Solikin juga menyampaikan apabila Mahfud sering menggoda Suhartatik yang telah dinikahi sirri sejak 2 tahun yang lalu.

“Solikin mengaku cemburu dan emosi, lantaran Mahfud sering menggoda Suhartatik hingga nyaris cerai,” katanya.

Kapolres Lumajang juga mengatakan, proses hukum akan terus berjalan. Karena keduanya melanggar pasal 184 KUHP ayat 3 dipidana hukuman penjara maksimal 4 tahun. Carok juga terjadi akibat pengaruh minuman beralkohol.

“Itulah salah satu faktor mengapa kami gencar memberantas peredaran minuman beralkohol di wilayah hukum Polres Lumajang,” tegas Muhamad Arsal Sahban.(cho)