Soal Zakat 2,5 Persen PNS, Baznas akan Raker bersama OPD

Lumajang, Motim - Soal zakat 2,5 persen dari penghasilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan diserahkan pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang, masih belum berjalan. Rencananya hal itu masih akan dibahas bulan depan bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Sanuni
Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Sanuni
“Belum, ini masih akan rapat kerja (raker) bersama dengan semua OPD, awal bulan depan,” kata Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi pada Memo Timur, Selasa (29/1).

Seperti diketahui, sebelumnya kebijakan Pemkab Lumajang disampaikan jika semua PNS wajib mengeluarkan zakat penghasilan 2,5 persen ke Baznas. Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq–Indah Amperawati yang menginstruksikan itu.

“Akan kita bahas, kebijakan bupati dan wabup tersebut,” ungkapnya.

Kebijakan ini diambil, lantaran Pemkab Lumajang ingin penerimaan zakat di Baznas bisa terkumpul lebih banyak di tahun ini. Sehingga ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Targetnya mencapai Rp 5 miliar.

Dengan harapan, akan lebih banyak lagi warga Lumajang yang menerima manfaat dari zakat yang terkumpul tersebut. Apalagi ada banyak program yang dimiliki oleh Baznas Lumajang dalam penyaluran zakat tersebut.

Atok menambahkan, meskipun anggota Baznas saat ini berkurang lantaran ada satu orang yang mengundurkan diri, itu bukan masalah. Pihaknya masih bisa maksimal, sambil menunggu rekomendasi dari pusat.

“Kita tunggu rekomendasi dari Jakarta, ketika surat sudah turun akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya. (fit)