Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Sejak Bupati Lumajang Thoriqul Haq dilantik, mulai ada perubahan pada pendopo. Kini pendopo telah memiliki wajah baru. Bahkan sudah diberi nama menjadi Pendopo Arya Wiraraja. Untuk mengubah wajah pendopo itu, anggarannya mencapai Rp 647 juta.

Pendopo Arya Wiraraja
Pendopo Arya Wiraraja
Informasi dari Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Lumajang, nilai pagu proyek tersebut adalah Rp 781 juta. Dianggarkan dalam APBD 2018 melalui Bagian Umum.

Dalam lelang yang dilakukan, dimenangkan oleh CV Guna Bakti. Dengan harga penawaran Rp 643 juta dan harga terkoreksi Rp 647 juta. CV Guna Bakti mampu mengalahkan 38 peserta lelang lainnya.

Anggaran sebesar itu diantaranya untuk rehabilitasi rumah jabatan bupati, pendopo, pengaspalan, pentri, musholah, dan taman air mancur. Kini pekerjaan sudah selesai semua. Namun rehabilitasi pendopo tak berhenti di 2018 saja. Di tahun ini juga kembali dilakukan.

Tahun ini, Pemkab Lumajang diantaranya menganggarkan untuk membuat tulisan “Pendopo Arya Wiraraja” di depan pendopo. Tetapi meskipun masuk anggaran 2019, pengerjaannya sudah mulai dilaksanakan pada akhir 2018 lalu.

“Itu anggaran 2019 mas, jadi bupati berkehendak dikerjakan dulu,” kata Kepala Bagian Umum, Lilik Soejanti saat dikonfirmasi, Rabu (9/1).

Selain fokus pada pengerjaan tulisan dengan gaya aksara jawa itu, di bagian pendopo lainnya juga dilakukan pembangunan. “Di belakang juga,” katanya pada Memo Timur melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, Wakil Bupati Indah Amperawati sempat menyampaikan, Arya Wiraraja dipakai untuk nama pendopo agar masyarakat lebih mengenal tokoh sejarah dalam berdirinya Lumajang. Sedangkan Nararya Kirana digunakan untuk nama rumah dinas wabup. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: